6 Ribu Penghuni Pesantren di Magetan Diisolasi Usai Puluhan Santri Positif Corona

6 Ribu Penghuni Pesantren di Magetan Diisolasi Usai Puluhan Santri Positif Corona

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Magetan – Sebanyak 6 ribu penghuni Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, menjalani isolasi usai puluhan santri asal Malaysia di Ponpes tersebut positif terpapar Corona.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Magetan, Saif Muchlisun, mengatakan para santri di Ponpes tersebut telah diisolasi.

“Yang biasanya keluar untuk Jamaah Tabligh dihentikan. Makan (bersama), yang biasanya dengan nampan ala pondok karena ada Covid-19 ini, sudah diantisipasi dengan memakai piring,” kata Saif, seperti dilansir dari BBC, Selasa, 21 April 2020.

Selain itu, para santri di Ponpes Al-Fatah Temboro yang berdomisili di Magetan juga telah diliburkan.

“Santri-santri dari wilayah Magetan dan sekitarnya sudah diliburkan, pulang ke wilayah masing-masing. Pengajian pun sudah dihentikan,” ujarnya.

Baca Juga

Saat ini, kata Saif, pihaknya tengah melacak asal penyebaran virus corona di ponpes itu, yang sebelumnya dihuni 22.000 orang dari 13 negara.

“Yang jelas aktivitas sangat padat, sangat dinamis pergerakan orang di situ karena ini termasuk tempat Jamaah Tabligh. Kemungkinan besar juga banyak yang ke luar (negeri),” ungkapnya.

“Ini yang kita lacak. Beberapa bulan lalu ada, yang ke India, Pakistan, termasuk Malaysia. Kita lacak dari mana sebenarnya (asal virus itu),” sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 43 santri asal Malaysia yang pulang dari Ponpes Al-Fatah Temboro, Magetan, Jawa Timur, dinyatakan positif terjangkit virus corona.

“Betul (23) santri yang berasal dari Malaysia,” ujar Bupati Magetan Suprawoto, dikutip dari Kompas, Senin 20 April 2020.

Suprawoto mengatakan, pemerintah daerah kekurangan peralatan rapid test saat pemulangan ribuan santri ponpes tersebut pada 6 April.

Ia menambahkan, saat ini ada 227 santri asal Malaysia yang masih bertahan di Pondok Pesantren Temboro. Mereka rencananya tidak akan pulang ke Malaysia.

Namun, kata Suprawoto, jika mereka berubah pikiran dan ingin pulang, maka Pemkab Magetan akan melakukan rapid test.

“Yang 227 segera kita lakukan rapid test. Harus dinyatakan negatif, kalau positif akan dirawat dulu di sini,” ujarnya.

Suprawoto mengatakan, ada 26 santri yang sempat berinteraksi dengan santri yang dinyatakan positif virus corona. Saat rapid test, hasilnya reaktif.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.