7 Negara Bagian di Malaysia Tolak Zakir Naik

Zakir Naik
Zakir Naik. (Foto: Dhaka Tribune)

Terkini.id, Kuala Lumpur – Kontroversi Ulama asal India, Zakir Naik di Malaysia terus berlanjut.

Tujuh negara bagian di Malaysia melarang ulama kontroversial asal India, Zakir Naik, untuk berceramah di wilayah mereka.

Larangan tersebut diumumkan saat Zakir Naik tengah memicu polemik usai melontarkan komentar kontroversial soal etnis minoritas di Malaysia.

Diketahui bahwa Zakir Naik tengah diselidiki Kepolisian Malaysia terkait komentar yang dianggap tidak menghormati etnis China dan minoritas Hindu di Malaysia.

Zakir diselidiki atas dugaan melanggar Pasal 504 UU Pidana Malaysia, yang mengatur soal tindak penghinaan secara sengaja dengan niat memprovokasi untuk merusak perdamaian.

Dilansir media lokal Malaysia, The Star, Senin 19 Agustus 2019, tujuh negara bagian yang melarang Zakir Naik itu terdiri atas Melaka, Johor, Selangor, Penang, Kedah, Perlis, dan Sarawak.

Kepala Menteri Melaka, Adly Zahari, dalam pernyataan terbaru menyatakan alasannya melarang Zakir Naik berceramah, yakni karena pemerintah negara bagian Melaka menghindari isu-isu yang bisa memicu ketegangan antar ras di masyarakat.

“Kami ingin menjaga ini. Jadi kami memutuskan untuk tidak mengizinkan Zakir memberi ceramah atau menggelar pertemuan di sini,” ucap Adly kepada The Star pada Minggu 18 Agustus waktu setempat.

Dalam pernyataan terpisah, Direktur Departemen Agama Islam di Johor (JAIJ), Md Rofiki A Shamsudin, menegaskan otoritas negara bagian Johor tidak pernah memberikan izin kepada Zakir Naik untuk menggelar ceramah keagamaan di wilayahnya.

“Setiap pendakwah keagamaan wajib mendapatkan persetujuan dari JAIJ sebelum mereka diperbolehkan memberikan ceramah keagamaan. Ini untuk memastikan para pendakwah tidak mengatakan hal-hal yang bertentangan dengan iman atau akidah kita,” tegasnya.

Sesaat setelah itu, Wakil Kepala Menteri Penang, Ahmad Zakiyuddin Abdul Rahman, menyatakan wilayahnya tidak akan mengizinkan Zakir Naik untuk memberikan ceramah dalam acara publik apapun di wilayahnya.

Menurut Ahmad Zakiyuddin, keputusan ini sebenarnya diambil 6 bulan lalu, sebelum polemik Zakir Naik muncul.

“Ketika Zakir mengunjungi kami, kami membahas beberapa hal, termasuk soal harapannya untuk bisa berceramah di sini di Penang,” tutur Ahmad Zakiyuddin.

“Tapi kami langsung memberitahunya bahwa kami merasa apapun yang ingin dia sampaikan dalam ceramah, tidak akan cocok untuk negara bagian ini,” imbuhnya.

Di Kedah, Ketua Komisi Urusan Agama, Dr Ismail Salleh, menegaskan bahwa Zakir Naik dilarang untuk menghadiri acara publik apapun. Ismail menambahkan bahwa setiap ceramah Zakir Naik di Kedah akan dilarang sementara, keputusan ini diambil atas saran dari pihak kepolisian.

“Tidak hanya Zakir Naik yang dilarang memberikan ceramah di Kedah, kami juga tidak akan mengizinkan siapa saja untuk mengancam persatuan, keselarasan dan keamanan negara bagian ini. Kami tidak akan berkompromi dengan apapun yang akan membahayakan persatuan rakyat,” tegas Ismail dalam pernyataannya.

Senada dengan negara bagian lainnya, Ketua Dewan Islam Selangor, Mohammed Khusrin Munawi, menyatakan bahwa keputusan melarang Zakir Naik untuk memberikan ceramah di Selangor didasari atas kontroversi yang kini sedang menyelimutinya.

“Kami menyakini akan lebih baik jika dia (Zakir Naik-red) untuk tidak memberikan ceramah di Selangor karena apa yang saat ini sedang terjadi,” ucapnya. Mohammed Khusrin menambahkan bahwa setiap pendakwah dan cendekiawan keagamaan lainnya yang ingin memberikan ceramah atau khotbah untuk diperiksa lebih dulu oleh komisi khusus yang diketuai oleh Mufti Selangor.

Sementara itu, otoritas negara bagian Sarawak telah melarang Zakir Naik untuk mengunjungi wilayahnya sejak beberapa tahun terakhir.

Pada Jumat 16 Agustus lalu, Sarawak mempertegas bahwa larangan untuk Zakir Naik itu masih berlaku.

Oleh Sarawak, Zakir Naik dianggap membahayakan keharmonisan antar etnis dan agama.

Otoritas negara bagian Perlis melarang Zakir Naik untuk memberikan ceramah pada acara ‘Malaysia Reverts Camp 2019’ yang digelar Jumat 16 Agustus lalu.
Larangan ini didasari atas komentar kontroversial Zakir Naik yang mengganggu keharmonisan antar ras di wilayah tersebut.

Beberapa negara bagian lainnya di Malaysia menyatakan masih mempertimbangkan untuk melarang ceramah Zakir Naik di tengah polemik yang terus bergulir.

Berita Terkait
Komentar
Terkini