8 Langkah TPID dan BI Sulsel Agar Inflasi Terjaga Pasca-Lebaran Idulfitri

BI Bank Indonesia, Bambang Kusmiarso didampingi Amanlison Sembiring (kedua kiri) dan Johnson Pasaribu saat konferensi pers di Kantor BI Sulsel Jalan Jend Sudirman, Senin 6 Mei 2019.(terkini.id/hasbi)
Bambang Kusmiarso didampingi Amanlison Sembiring (kedua kiri) dan Johnson Pasaribu saat konferensi pers di Kantor BI Sulsel Jalan Jend Sudirman, Senin 6 Mei 2019.(terkini.id/hasbi)

Terkini.id, Makassar – Harga barang-barang yang cenderung stabil di Sulawesi Selatan pasca-Idulfitri lalu, membuat tingkat inflasi cenderung lebih rendah.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), laju Inflasi bulanan Sulsel pada Juni 2019 tercatat 0,20% dari bulan sebelumnya (month-to-month/mtm) atau lebih rendah daripada inflasi bulan sebelumnya (0,76% mtm) dan lebih rendah dibandingkan inflasi Nasional (0,55%, mtm).

Inflasi bulanan pada Juni 2019 juga lebih rendah dari rata-rata 3 tahun sebelumnya 0,79% (mtm).

Pencapaian tersebut didukung oleh inflasi bahan makanan yang relatif stabil dan lebih rendah dibandingkan polanya.
Sementara itu, apabila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, inflasi tahunan Sulsel pada Juni 2019 tercatat 2,98% (yoy), atau lebih rendah dibandingkan inflasi bulan sebelumnya (3,74%, yoy), serta tetap berada dalam sasaran target 3,5±1%.

Lebih Rendah dari Nasional

Kepala Perwakilan BI Sulsel, Bambang Kusmiarso menyebut, Inflasi tahunan Sulsel tersebut lebih rendah daripada inflasi Nasional (3,28%, yoy) dan rata-rata 3 tahun sebelumnya (4,31%, yoy) didukung oleh inflasi bahan makanan yang relatif stabil dan lebih rendah dibandingkan polanya sebagai salah satu keberhasilan TPID dalam pengendalian inflasi di Sulsel.

“Ada beberapa program pengendalian inflasi oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang dijalankan,” terang Bambang saat siaran pers BI Sulsel pada Kamis 4 Juli 2019.

Dia menyebutkan, strategi pengendalian inflasi oleh TPID difokuskan pada aspek 4K menjadi kunci terjaganya tingkat inflasi di Sulsel.

Beberapa program atau kegiatan pengendalian inflasi yang dilakukan oleh TPID selama Ramadhan dan Idul Fitri antara lain:

1. Penguatan koordinasi dan sinergi pengendalian inflasi di level Provinsi maupun Kabupaten/Kota;

2. Antisipasi lebih dini terhadap komoditas yang sesuai polanya mengalami inflasi dengan menjaga ketersediaan pasokan antara lain melalui peningkatan pasokan ikan tangkap melalui penaburan benih yang dilakukan 3-4 bulan sebelum Ramadhan dan peningkatan pasokan daging ayam ras melalui ketersediaan DoC yang lebih memadai;

3. Sinergi dan optimalisasi pemanfaatan Smart Truck Inflation Control bersama Bulog dan pelaku usaha serta instansi terkait lainnya;

4. Pelaksanaan sidak dan penetrasi pasar melalui sinergi bersama Satgas Pangan;
5. Pelaksanaan pasar murah di Sulsel;
6. Pengawasan harga komoditas strategis yang secara rutin di pasar tradisional maupun modern;
7. Edukasi masyarakat terkait belanja bijak melalui tokoh agama di Sulawesi Selatan; dan
8. Pemanfaatan aplikasi pemantauan harga komoditas secara harian baik yang disediakan PIHPS, Dinas Perdagangan Kota Makassar, maupun PD Pasar Raya Makassar.

Kedepan pengendalian inflasi oleh TPID tetap difokuskan pada aspek 4K yaitu Ketersediaan Pasokan, Keterjangkauan Harga, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Ekspektasi.

Dengan upaya tersebut, inflasi Sulsel pada tahun 2019 diperkirakan dapat tetap dijaga dalam kisaran yang ditetapkan 3,5±1%.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
News

Begini Sosok JK di Mata Dokter Koboi

Terkini.id,Makassar - Inilah pandangan pemuda milenials Sulawesi Selatan yang juga berprofesi sebagai seorang dokter dan kerap disapa Dokter Koboi terhadap Wakil Presiden Republik Indonesia