Terkini.id, Jakarta – Abu Janda alias Permadi Arya memberikan tanggapannya tentang aksi viral warga kota Cilegon, Banten yang menolak aksi pembangunan gereja.
Melalui media sosial pribadinya, Abu Janda berpendapat aksi warga yang menamakan dirinya sebagai Komite Penyelamat Kearifan Lokal Kota Cilegon ini adalah kejadian yang lumrah dan sering terjadi di Indonesia.
“Lagi viral gereja ditolak ormas ala-ala gurun di Kota Cilegon. Gereja dan ibadah ditolak, anehnya di mana ? Sudah biasa. Sudah jadi jadwal rutin setiap tahun di negeri ini,” ujar Abu Janda, dikutip terkini.id dari jpnn.com, Jumat 9 September 2022.
Kemudian, Abu Janda turut menjelaskan berbagai peristiwa serupa yang terjadi beberapa tahun belakangan ini.
“Marat 2022 kebaktian dilarang di Kota Bandung. Desember 2021 ibadah Natal dibubarkan di Lampung, Umat HKBP lagi ibadat di Cikarang, September 2020 dipasangi lagu keras-keras sama warga,” kata Abu Janda.
Oleh karena itu, Abu Janda menyimpulkan kejadian penolakan gereja di Indonesia adalah tanda bahwa tidak ada Islamophobia di tanah air.
“Di Indonesia tidak ada islamophobia, saya bisa tunjukkan jejak digital umat minoritas dilarang ibadah itu sudah tradisi setiap tahun. Jadi, yang mengatakan tidak ada masalah toleransi di negara ini, itu pasti otaknya yang bermasalah,” tutur Abu Janda.
Menurut Abu Janda hingga saat ini masih ada masyarakat Indonesia yang melakukan sebuah kampanye melawan Islamophobia.
Dan bagi Abu Janda aksi tersebut adalah tidak benar, karena di Indonesia yang ada hanya Kristenphobia bukan Islamophobia.
“Mereka memutarbalikkan fakta. Yang jelas yang ada di Indonesia ini adalah Kristenphobia” ucap Abu Janda.
“Di saat bangsa lain berlomba ke antariksa di Indonesia masih ada yang begini,” lanjut Abu Janda.
Sebagai informasi, pada Rabu 7 September 2022, Walikota Cilegon bernama Helldy Agustian serta Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta menjadi viral akibat aksinya yang menandatangani sebuah spanduk yang berisikan penolakan pembangunan gereja.
Gereja yang ditolak pembangunannya oleh warga kota Cilegon, Banten bernama Gereja Maranatha, Cikuasa, Kecamatan Gerem, Cilegon.
Insiden ini dilakukan di depan Gedung Walikota Cilegon, Banten.
Kemudian peristiwa itu menjadi bahan perbincangan publik setelah diunggah dalam akun media sosial Twitter bernama @Penyuka_ombak pada Kamis 8 September 2022.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
