Terkini, Makassar – Komisi B DPRD Kota Makassar bersama Plt Direksi Perumda Air Minum Makassar melakukan peninjauan jaringan pipa air di Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (29/4/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan persoalan krisis air bersih di wilayah utara Makassar yang selama ini dikeluhkan warga dapat segera teratasi. Masalah tersebut juga menjadi perhatian khusus Wali Kota Makassar.
Ketua Komisi B DPRD Makassar, Ismail, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama dengan Plt Direksi Perumda Air Minum yang baru dalam menyelesaikan persoalan klasik yang telah berlangsung bertahun-tahun.
“Kita ingin memastikan ada solusi konkret untuk masyarakat utara kota. Setelah itu, kita akan kaji secara menyeluruh di mana letak permasalahannya, lalu kita perintahkan PDAM untuk membangun dan mengoptimalkan jaringan pipa,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Direktur Perumda Air Minum Makassar, Andi Syahrum Makkarudde, menyatakan pihaknya akan mengupayakan optimalisasi sumber air untuk wilayah utara agar distribusi dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.
- PT Vale Catat Kinerja Keuangan Solid pada Triwulan I 2026, Perkuat Fondasi Pertumbuhan
- Menghidupkan Semangat Kartini, PLN UID Sulselrabar Ajak Berbagi Lewat Donor Darah
- Berkat Program TJSL PLN, Produk UMKM Rumah BUMN Selayar Tembus Pasar Modern
- PLN Hadirkan Listrik untuk Petani Bone, Produktivitas Naik dan Biaya Operasional Turun sampai 74 Persen
- Memimpin Dengan Ide, Mengabdi Untuk Beraksi, Lurah Emsel Ubah Limbah Jadi Inovasi Paving Block
“Kita ingin persoalan ini tuntas, bukan sekadar menjadi obat penenang bagi warga. Kendalanya selama ini adalah debit air yang disuplai ke utara tidak mencukupi. Ini yang sedang kita carikan alternatif solusinya,” jelasnya.
Ia menambahkan, salah satu langkah awal yang akan dilakukan adalah memaksimalkan pompa dari Panaikang. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan pihak ketiga sebelum menindaklanjuti langkah teknis di lapangan.
“Peninjauan di Jalan Urip Sumoharjo ini untuk memastikan jaringan pipa sebenarnya sudah tersedia, namun aliran airnya belum sampai ke utara,” katanya.
Menurutnya, terdapat tiga alternatif sumber suplai air yang tengah dikaji, yakni dari Somba Opu, Moncong Loe, atau Panaikang. Pihaknya berkomitmen memilih solusi paling efektif mengingat waktu yang terbatas.
“Kami hanya punya waktu sekitar enam bulan. Mudah-mudahan sebelum lima bulan persoalan ini sudah bisa dituntaskan,” tambahnya.
Di sisi lain, Anggota Komisi B DPRD Makassar, Basdir, menegaskan agar pihak ketiga yang terlibat tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata tanpa memperhatikan kepentingan masyarakat.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
