Acara KAMI Dibubarkan, Din Syamsuddin Protes Acara Pilkada dan Dangdut Tidak

Deklarator KAMI Din Syamsuddin. (Foto: Rmol)

Terkini.id, Jakarta – Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ( KAMI) Din Syamsuddin menyesalkan sikap aparat kepolisian yang membubarkan acara KAMI di Surabaya, Jawa Timur, Senin 28 September 2020.

Din pun membandingkan dengan pertunjukan dangdut yang digelar Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo hingga kerumunan massa Pilkada yang tidak langsung dibubarkan polisi.

“Sikap Polri tidak tampil (seperti diberitakan media massa) terhadap kerumunan-kerumunan, antara lain pertunjukan dangdut di Tegal, kegiatan Pilkada di beberapa tempat, dan kerumunan aksi yang menolak KAMI itu sendiri,” ujar Din dalam keterangannya dikutip dari kompascom, Rabu 30 September 2020.

Din menuturkan, dalam peristiwa di Surabaya, aparat kepolisian merangsek masuk ke dalam ruangan dan membubarkan acara KAMI.

Padahal, dalam kegiatan itu, KAMI telah menerapkan protokol kesehatan.

Menarik untuk Anda:

Sebaliknya, personel kepolisian justru membiarkan kelompok massa penolak acara KAMI berkerumun dan telah melanggar protokol kesehatan.

Dari rentetan peristiwa tersebut, Din menyebut Polri nampak tak mempunyai upaya untuk melindungi acara KAMI terhadap gangguan yang dilakukan oleh massa penolak.

“Aparat penegak hukum/Polri belum bertindak secara profesional dan berkeadilan. Tentu kita semua mendukung alasan penegakan protokol kesehatan, namun hal itu harus ditegakkan secara adil dan menyeluruh,” tegas dia.

Baca juga: Acara KAMI Dibubarkan karena Dianggap Tak Ada Izin, padahal Acara Internal, Hanya Ramah Tamah

Pihaknya berharap Polri dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai pelindung masyarakat.

“KAMI mendamba Polri dapat berfungsi sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” terang Din.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Operasi Zebra, Satlantas Polres Toraja Utara Bagi Masker Gratis ke Pengguna Jalan

Tiba di Kajang, Calon Bupati Tomy Satria Ziarahi Makam Karaeng Boto Daeng Pabeta

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar