Terkini.id, Jakarta – Ade Armando mengatakan kalau peninggalan Anies Baswedan sama dengan cucian kotor dan sampah sehingga Pejabat Gubernur DKI Jakarta (Pj Gubernur DKI Jakarta) Heru Budi Hartono harus menyelesaikan hal tersebut.
Oleh karena itu, Ade Armando mengapresiasi keputusan Heru Budi Hartono yang mengevaluasi seluruh direksi PT Jakarta Propertindo alias Jakpro.
“Ini adalah bagian dari upaya Pj Gubernur Heru Budi Hartono memberesi cucian kotor dan peninggalan tumpukan masalah yang ditinggalkan Anies,” ujar Ade Armando, dikutip dari saluran YouTube COKRO TV, Jumat 2 Desember 2022.
“Masa kejayaan kubu sang calon presiden nampaknya sudah berakhir. Tidak tanggung-tanggung salah seorang yang diganti adalah Direktur Utama, Direktur Bisnis, Direktur Keuangan dan Direktur Teknik,” lanjutnya.
Dosen Universitas Indonesia ini juga menyoroti kerja sama antara Jakpro dengan DKI Jakarta yang bernilai triliunan rupiah.
“Jakpro menguasai proyek-proyek strategis di Jakarta. Pemprov DKI melakukan Penyertaan Modal Daerah (PMD) hampir Rp20 triliun pada Jakpro bisnisnya mencakup sektor properti, infrastruktur utilitas dan kegiatan lainnya,” katanya.
Kemudian Ade Armando menyinggung perihal laporan keuangan penyelenggaraan Formula E yang hingga saat ini belum diberikan kepada DPRD DKI Jakarta.
“Ada persoalan serius di tubuh BUMD kaya raya ini,” tuturnya.
“Jakpro secara objektif data menunjukkan jauh dari memuaskan. Jakpro terus merugi, 2019 merugi Rp76 miliar, 2020 rugi Rp249 miliar, 2021 rugi Rp110 miliar. Total kerugian pada 3 tahun itu mencapai Rp435 miliar,” tambahnya.
“Neraca keuangan 2022 belum lagi dihitung, tapi mengingat besarnya pengeluaran untuk Formula E hampir pasti Jakpro akan kembali rugi besar,” imbuhnya.
Lalu Ade Armando menyindir proyek Anies Baswedan lainnya yang bernilai fantastis tetapi sampai saat ini masih belum menjadi kenyataan.
Proyek yang dimaksud yaitu pembangunan Intermedia Treatment Facility (ITF) di Sunter, Jakarta Utara.
“Di luar Formula E ada banyak proyek berdana jumbo yang belum terealisasi. Salah satunya pembangunan Intermedia Treatment Facility (ITF), Sunter Jakarta Utara. ITF adalah tempat pengolahan sampah yang merupakan salah satu kegiatan strategis daerah di Jakarta. Nilai proyeknya Rp340 juta dolar atau sekitar Rp5,2 Triliun,”
“Dari situ saja wajar kalau Heru harus merombak direksi. Namun di luar soal rugi laba pun, kinerja Jakpro sungguh memalukan soal Formula E. Balapan itu sudah 5 bulan berlalu tapi sampai sekarang laporan keuangan belum juga diserahkan ke DPRD DKI Jakarta,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
