Ade Armando: UAS dan Yahya Waloni yang Rasis, Bukan Abu Janda

Ade Armando: UAS dan Yahya Waloni yang Rasis, Bukan Abu Janda

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Ade Armando menilai bahwa yang sebenarnya rasis adalah Ustadz Abdul Somad (UAS) dan Ustadz Yahya Waloni dan bukannya Abu Janda.

Hal itu disampaikan Ade Armando lewat sebuah tayangan videonya yang tayang di kanal Youtube Cokro TV pasa Senin, 2 Februari 2021.

Dalam tayangan videonya berjudul ‘Yang Rasis Itu Yahya Waloni dan Abdul Somad, Bukan Abu Janda’ tersebut, Ade Armando awalnya mengungkapkan persoalan dua kasus Abu Janda.

“Anda tahu dong Permadi Arya atau yang lebih dikenal sebagai Abu Janda dilaporkan KNPI pada 28 dan 29 Januari atas dasar tuduhan menyebarkan kebencian dan permusuhan berbasis SARA dan menodai agama,” ujar Ade Armando.

“Dalam kasus pertama, Permadi dianggap rasis karena menyerang aktivis Natalius Pigai dengan sindiran ‘evolusimu belum selesai’. Dalam kasus kedua, Permadi dianggap menodai agama dengan menyebut Islam agama arogan,” tambahnya.

Baca Juga

Menurutnya, tindakan KNPI melaporkan Abu Jansa tersebut menggelikan. Ia pun menilai jika memang KNPI peduli dengan persatuan bangsa maka dirinya menyarankan untuk melaporkan Ustadz Abdul Somad atau UAS dan Ustadz Yahya Waloni.

“Yahya itu jelas-jelas menghina Kristen dengan mengatakan kesamaan Katolik dan Protestan adalah sama-sama pro setan,” ungkap Ade Armando.

“Atau Abdul Somad yang mengatakan di dalam salib Kristen itu ada jin kafir,” sambungnya.

Ade pun menilai, untuk pernyataan Ustadz Yahya Waloni dan UAS tersebut tidak mungkin ada interpretasi selain bahwa mereka menghina Kristen.

“Tapi KNPI bungkam sejuta bahasa dengan penghinaan-penghinaan (Yahya Waloni dan UAS) yang jelas memecah belah bangsa ini,” tandasnya.

Sementara Abu Janda, kata Ade Armando, jelas tidak menghina SARA dan tak menghina Islam.

“Kalimat-kalimat Permadi tidak bisa dipahami sebagai kalimat yang mengandung makna tunggal. Kalimat Permadi disajikan dalam rangkaian argumen yang lebih lengkap memiliki konteks tertentu,” jelasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.