Terkini.id, Setiap orang bisa membantu mengatasi dampak perubahan iklim dari meja makan, salah satunya upaya mengurangi konsumsi daging merah melalui inovasi produk makanan berbahan nabati, sebagaimana dituliskan Ahmad Arif.
Ahmad Arif menyebutkan, perubahan iklim tak hanya membutuhkan kolaborasi antar negara untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Masalah itu juga menjadi urusan individu dan tiap orang bisa turut membantu mengantisipasi dampaknya dari meja makan.
Selanjutnya Arif menuliskan, sekitar 40 persen emisi global disumbang pangan, terutama dari sektor peternakan dengan peringkat hasil emisi ke 7 dunia dengan emisi 14,5 persen. Laporan internasional Livestock Research Institute menyebut, 45 persen lahan di bumi untuk menumbukan rumput dan pakan ternak, padahal jalan dan bangunan hanya memakai 1 persen.
Degradasi lahan di hutan hujan tropis di Amazon, dan baru-baru ini terbakar hebat, terutama karena ekspansi lahan untuk menggembalakan ternak. Meningkatnya permintaan daging menyebabkan hutan seluas Amerika Selatan ditebangi seperempat abad terakhir dan mengubah penyerapan karbon menjadi pencemar karbon. Ulas Ahmad Arif.
Sektor peternakan juga membutuhkan sepertiga dari semua air tawar. Padahal perubahan iklim membuat ketersediaan air bersih semakin terbatas. Sementara konsumsi produk hewani di dunia meningkat.
- Astra Honda Racing Team Puncaki Klasemen Tim ARRC 2026 Usai Seri Sepang
- Kredit Perbankan Tembus Rp9.135 Triliun, OJK Sebut Intermediasi Makin Solid
- Kemarau Panjang, PDAM Makassar Kerahkan 6 Pickup Distribusi Air Bersih
- Yudisium Semester Genap, 478 Mahasiswa Polbangtan Gowa Didorong Terus Tingkatkan Prestasi
- Bupati Jeneponto Tegaskan Coffee Morning Jadi Wadah Lahirkan Ide Baru untuk Kemajuan Jeneponto
Dengan inovasi menciptakan daging berbahan baku tanaman, perusahaan teknologi makanan dari Silicion Valley, Impossible Foods, menerima penghargaan PBB dalam Konferensi Para Pihak Konvensi Kerangka Kerja PBB untuk perubahan Iklim (UNFCC-COP) Ke-25 di Madrid, spayol, Selasa 10 Desember 2019.
Penghargaan bagi Aksi Global untuk Iklim (Global Climate Action Award) itu diberikan kepada 15 organisasi di dunia dan menyoroti contoh paling praktis untuk mengatasi perubahan iklim. Impossible Foods memenangi penghargaan dalam kategori Kesehatan Planet, yang menyoroti solusi dengan menyeimbangkan kebutuhan manusia dan kesehatan Planet
Selengkapnya silahkan hunting dan baca koran kompas, Senin 16 Desember 2019 buka halaman 9 Sains, Lingkungan dan Kesehatan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
