Terkini.id, Makassar – Beberapa waktu lalu Kim Jong-un ( Presiden Korea Utara ) sempat mengklaim bahwa negaranya bebas dari wabah Covid-19.
Namun, setelah pandemi global virus corona (Covid-19) berlangsung lebih dari setengah tahun, Korea Utara baru melaporkan suspek pertama di wilayahnya.
Sebelumnya, para pakar meyakini jika Covid-19 menyebar di Korut, maka sistem kesehatan yang rapuh di negara itu tidak bakal sanggup menghadapinya.
Dilansir dari AFP, mengutip kantor berita Korut, KCNA, suspek Covid-19 itu berasal dari warga yang secara ilegal masuk ke wilayah tersebut.
“Seseorang yang suspek telah terinfeksi dengan virus ganas telah dikembalikan pada 19 Juli setelah secara ilegal menyeberang garis demarkasi,” demikian ujar penyiar beritaKCNAdalam tayangannya.
- Innalillahi, Putra Mantan Gubernur HZB Palaguna, Mawang Palaguna Meninggal Dunia
- Bupati Andi Utta Apresiasi KM Bulukumba di Rantau yang Konsisten Berkurban untuk Kampung Halaman
- Perjalanan Telkomsel Selama 31 Tahun Menjaga Semangat 'Melayani Sepenuh Hati'
- Kisah Haru Opa Liu, Warga Kelahiran Makassar yang Bangun "Indonesia Kecil" di Tiongkok
- MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Salat Ied dan Salurkan Daging Kurban ke Warga Sekitar
Jika kasus tersebut betul terkonfirmasi positif, maka akan menjadi kasus positif pertama yang akan diakui otoritas Korea Utara.
Kantor berita Korut,KCNA, menyatakan setelah orang itu melakukan pemeriksaan virus corona dengan mengambil contoh darah dan air liur, ternyata dia positif tertular. Orang itu saat ini ditempatkan di lokasi karantina di Kaesong.
“Dan semua orang, siapa pun yang pernah kontak dengan orang itu, dan mereka yang berada di kota itu dalam lima hari terakhir pun akan dicek kembali dan dikarantina,” demikian siaran KCNA.
Untuk menyikapi situasi ini agar tak menimbulkan bencana kematian dan menghancurkan, Presiden Korut, Kim Jong-un menggelar pertemuan darurat politburo.
Kim Jong-un mengatakan, meski sudah melakukan pencegahan dan penangkalan yang ketat, virus itu bisa saja telah masuk ke negaranya. Kim pun menyatakan, pemerintah telah memblokade kota Kaesong hingga 24 Juli, sejak dugaan suspek tersebut terdeteksi pada 19 Juli lalu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
