Terkini.id, Makassar – Beberapa waktu lalu Kim Jong-un ( Presiden Korea Utara ) sempat mengklaim bahwa negaranya bebas dari wabah Covid-19.
Namun, setelah pandemi global virus corona (Covid-19) berlangsung lebih dari setengah tahun, Korea Utara baru melaporkan suspek pertama di wilayahnya.
Sebelumnya, para pakar meyakini jika Covid-19 menyebar di Korut, maka sistem kesehatan yang rapuh di negara itu tidak bakal sanggup menghadapinya.
Dilansir dari AFP, mengutip kantor berita Korut, KCNA, suspek Covid-19 itu berasal dari warga yang secara ilegal masuk ke wilayah tersebut.
“Seseorang yang suspek telah terinfeksi dengan virus ganas telah dikembalikan pada 19 Juli setelah secara ilegal menyeberang garis demarkasi,” demikian ujar penyiar beritaKCNAdalam tayangannya.
- Misteri Kasus MBG di Jeneponto Belum Terjawab, Hasil Uji Lab Tertutup, FRK Desak Dinkes Transparan
- Amran Sulaiman, Menteri yang Mematahkan Mitos
- Wali Kota Makassar Tegaskan Seleksi Imam Kelurahan Harus Transparan dan Berbasis Kompetensi
- Dorong UMKM untuk Naik Kelas, Kalla Institute Gandeng PT Tatanara
- SETARA Institute: Makassar Jadi Salah Satu Kota Paling Toleran di Indonesia
Jika kasus tersebut betul terkonfirmasi positif, maka akan menjadi kasus positif pertama yang akan diakui otoritas Korea Utara.
Kantor berita Korut,KCNA, menyatakan setelah orang itu melakukan pemeriksaan virus corona dengan mengambil contoh darah dan air liur, ternyata dia positif tertular. Orang itu saat ini ditempatkan di lokasi karantina di Kaesong.
“Dan semua orang, siapa pun yang pernah kontak dengan orang itu, dan mereka yang berada di kota itu dalam lima hari terakhir pun akan dicek kembali dan dikarantina,” demikian siaran KCNA.
Untuk menyikapi situasi ini agar tak menimbulkan bencana kematian dan menghancurkan, Presiden Korut, Kim Jong-un menggelar pertemuan darurat politburo.
Kim Jong-un mengatakan, meski sudah melakukan pencegahan dan penangkalan yang ketat, virus itu bisa saja telah masuk ke negaranya. Kim pun menyatakan, pemerintah telah memblokade kota Kaesong hingga 24 Juli, sejak dugaan suspek tersebut terdeteksi pada 19 Juli lalu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
