Akibat Pemadaman Listrik Massal, 3 Menteri Ini Mundur dari Jabatannya

Pemadaman Listrik
Ilustrasi. (Foto: otoritasnews)

Terkini.id – Pemadaman listrik massal yang terjadi di Jabodetabek serta sebagian wilayah Jawa Barat pada Minggu hingga Senin hari ini, 4-5 Agustus 2019, mempengaruhi aktivitas jutaan masyarakat yang terkena imbasnya.

Banyak kerugian yang diakibatkan terputusnya aliran listrik dalam kejadian ini, baik kerugian yang dialami masyarakat juga kerugian besar yang dialami pihak PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Kejadian pemadaman listrik di Jabodetabek dan Jawa Barat ini mengingatkan publik pada sejumlah kejadian di beberapa negara, dimana akibat mati lampu pejabat setingkat menteri di negara-negara tersebut mengundurkan diri.

Siapa saja mereka? Dihimpun dari berbagai sumber berikut deretannya.

1. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Turki, Taner Yldz

Pemadaman Listrik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Turki, Taner Yldz. (Foto: republika)

Pada 6 April 2015, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Turki, Taner Yldz, mengumumkan pengunduran diri setelah sepekan sebelumnya terjadi pemadaman listrik secara nasional di negara itu.

Yldz menyebut listrik padam karena ada error pada jaringan lisrik dan mismanagemen atau salah kelola.

Dikutip dari dailysabah.com, misteri listrik padam secara nasional secara bergiliran telah membuat jutaan masyarakat Turki hidup tanpa listrik selama berjam-jam. Transportasi umum seperti metro dan tram di ibu kota Ankara dan Istanbul, terhenti.

Kerja lampu lalu lintas pun berhenti, beberapa orang terjebak di dalam lift akibat listrik padam. Beberapa pabrik terpaksa menghentikan produksi karena tidak cukup pasokan listrik. Jaringan telepon juga mengalami gangguan.

2. Menteri ekonomi Taiwan, Chih-Kung Lee

Pemadaman Listrik
Menteri ekonomi Taiwan, Chih-Kung Lee. (Foto: khmersharenews)

Menteri ekonomi Taiwan Chih-Kung Lee mengundurkan diri dikarenakan listrik padam masal yang melanda Negeri Formosa dan mempengaruhi jutaan masyarakatnya.

Dikutip dari Taiwannews, Menteri Ekonomi Taiwan Chih-kung Lee, yang kementeriannya mengatur soal listrik, mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut dan meminta maaf kepada publik.

Setelah meminta maaf, ia menyerahkan pengunduran dirinya kepada Perdana Menteri Lin Chuan. Setelah cabinet mengumumkan pengundurannya, Chih-Kung lee resmi tidak lagi menjabat sebagai Menteri Ekonomi Taiwan.

3. Menteri Ekonomi Korea Selatan, Choi Joong-kyung

Pemadaman Listrik
Menteri Ekonomi Korea Selatan, Choi Joong-kyung. (Foto: yeppopo)

Dikutip dari koreatimes.co.kr, Choi mengajukan diri untuk mundur sebagai bentuk pertanggung jawabannya setelah listrik pada secara nasional pada 15 September 2011.

Presiden Korea Selatan yang berkuasa saat itu, Lee Myung-bak, menerima pengunduran diri Choi kendati menyayangkan karena Choi harus mengambil tanggung jawab moral walau pun dia tidak memiliki akuntabilitas secara langsung.

Mantan Kepala Perusahaan Listrik Negara Korea Selatan atau KEPCO, Kim Ssang-su, berulang kali menjelaskan harga listrik yang murah telah menjadi salah satu alasan pemadaman listrik secara nasional pada 15 September 2011 karena dengan harga murah itu penggunaan listrik naik, khususnya di kalangan usaha.

Kim juga mengundurkan diri sebagai Kepala KEPCO menjelang berakhirnya masa jabatannya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini