Aksi Anak Muda Makassar Produksi APD Gratis untuk Tenaga Medis Covid-19

Aksi anak muda Makassar produksi APD gratis untuk tenaga medis Covid-19
Aksi anak muda Makassar produksi APD gratis untuk tenaga medis Covid-19

Terkini.id, MakassarDampak merebaknya Covid-19 (virus Corona) di beberapa negara tanpa terkecuali Indonesia dan Sulawesi Selatan khususnya membuat kelangkaan alat pelindung diri (APD). Kelangkaan tersebut dikarenakan tingginya kebutuhan bagi tenaga medis di sejumlah rumah sakit dalam penanganan pasien Covid-19 yang juga semakin bertambah.

Akibat dari kelangkaan tersebut menggugah hati sejumlah masyarakat hingga anak muda. Salah seorang anak muda dari kota Makassar bernama Andi Deden Akridana. Deden dan teman-temannya merasa terpanggil untuk ikut membantu tenaga medis untuk pengadaan alat pelindung diri dalam menangani pasien Covid-19.

Aksi anak muda Makassar produksi APD gratis untuk tenaga medis Covid-19
Aksi anak muda Makassar produksi APD gratis untuk tenaga medis Covid-19

Kepada terkini.id, Sarjana Teknik Informatika Unhas ini mengatakan bahwa ide awalnya sebenarnya setelah melihat berita-berita kalau ini wabah Covid-19 yang semakin bertambah korbannya, banyak paramedis yang malah meninggal. Apalagi dengar berita kalau banyak RS yang kekaurangan APD khususnya di daerah-daerah.

Menurut Deden, bahkan ada kenalannya yang bekerja sebagai paramedic, katanya cuman pakai jas hujan dan alat seadanya, bahkan ada yang pakai bando mereka lem double tip kertas jilid yang transparan untuk bikin face shield darurat.

Aksi anak muda Makassar produksi APD gratis untuk tenaga medis Covid-19

“Nah kebetulan kami di workshop punya 3D printer yang bisa buat model face shield tersebut, sehingga kami mencoba research beberapa artikel dari website prusa3D (salah satu perusahaan 3D printer yang di luar negeri) mekanisme pembuatannya, sambil mengumpulkan juga teman-teman komunitas 3D printer yang ada di Kota Makassar untuk sama-sama bantu produksi,” bebernya.

Aksi anak muda Makassar produksi APD gratis untuk tenaga medis Covid-19
Aksi anak muda Makassar produksi APD gratis untuk tenaga medis Covid-19
Baca juga:

Ditanya soal bahan dan anggarannya dari mana. Deden menceritakan bahwa sejak pekan lalu sekitar tanggal 20 Maret 2020, ia memulai produksi APD untuk medis di RS Rujukan Corona. Bahan dan dananya sebagian dari stok di workshop, sebagian ada yang donasi.

“Awalnya kami di sini pakai bahan dari yang sudah ada memang di workshop. Terus karena banyak tmn-teman yang mengetahui kalau ia produksi APD face shield untuk dibagi-bagikan ke RS secara gratis, jadi banyak yang support belikan keperluan bahan-bahan, bahkan ada juga yang donasi uang. Bahkan ada yang bantu produksi di rumahnya masing-masing, kemudian dikumpulkan di sini,” urainya.

Sejumlah tenaga medis tanpak bahagia memperlihatkan APD buatan anak muda Makassar

Ia menyebutkan bahwa di awal produksi minggu lalu, pihaknya mencoba produksi 10pcs sebagai contoh lalu kemudian diunggah ke media sosial (instagram) dan ternyata banyak teman-teman yang share dan banyak chat masuk dari berbagai daerah kalau di Rumah Sakitnya sangat membutuhkan.

“Akhirnya kami terkumpul ada orang di Makassar yang memiliki 3D printer dan mau ikut membantu. Jadi sekarang sudah ada tiga mesin yang produksi, satu di workshop saya, duanya di rumah. Saat ini kami produksi di Easthetic Ind. Jalan Aristoteles Blok AG 50, Perdos Unhas Tamalanrea Makassar,” bebernya.

Aksi anak muda Makassar produksi APD gratis untuk tenaga medis Covid-19

Disebutkan juga bahwa dirinya mendapat bantuan lagi dari satu tempat CNC di Makassar yang mau membantu untuk pemotongan kaca mikanya (shield). Jadi mekanismenya tiga yang cetak frame shielndya, dan satu yang potong (cutting) shieldnya.

“Sampai sekarang sudah ada 82 pcs face shield yang kami salurkan ke sejumlah rumah sakit dan klinik dari berbagai daerah yang bersurat ke kami,” pungkas dia.

Dan saat ditanya apakah dirinya punya latar belakang desaigner, Deden menyampaikankan bahwa dirinya berlatar belakang Sarjana Teknik Informatika di Unhas. Ia juga mengaku empat tahun sebagai Android App Developer namun hobby desain dan 3D. Sehingga dengan pengalaman itulah juga menjadi salah satu penunjang dirinya dalam membuat APD tersebut.

Aksi anak muda Makassar produksi APD gratis untuk tenaga medis Covid-19

“Sebelumnya saya belum pernah produksi APD. Kami hanya cari-cari referensi melalui komunitas dan artikel-artikel yang ada, karena ternyata di luar negeri sudah ada perusahaan 3D printing yang memproduksi APD (Face Shield) untuk tenaga medis. Kami ambil referensi cara pembuatan dan lainnya dari link ini https://blog.prusaprinters.org/from-design-to-mass-3d-printing-of-medical-shields-in-three-days/,” terangnya.

Diakui Deden, hasil karya mereka mendapat respon positif dan antusias dari berbagai pihak terutama bagi kalangan tenaga medis.

Seorang tenaga medis sedang memperlihatkan APD buatan anak muda Makassar, Andi Deden dan kawan-kawannya.
Seorang tenaga medis sedang memperlihatkan APD buatan anak muda Makassar, Andi Deden dan kawan-kawannya.

“Alhamdulillah banyak yang senang dan bahkan ada yang mau membayar face shieldnya, tapi kami bilang tidak usah. Alhamdulillah saat ini kami bisa produksi Face shieldnya sekitar 40-50 pcs per hari. Semoga para medis tetap semangat, karena mereka adalah garda terdepan untuk melawan Covid-19 ini. Jadi setidaknya jangan sampai mereka jadi turun semangatnya, kalau dari teman-teman sendiri intinya kita bantu saja apa yang bisa dibantu,” imbuhnya.

Aksi anak muda Makassar produksi APD gratis untuk tenaga medis Covid-19

Selain Andi Deden Akridana, APD ini juga turut dibantu oleh beberapa orang, diantaranya:

1. Gabriella Masakke (Gaby), bagian Produksi 3D.

2. Slamet Muhammad Taufiq (Memet), bagian Produksi 3D.

3. Sanjaya (Tony), bagian produksi mika kaca shield.

4. Achmad Fauzi Ishak Madjid (Uci), bagian produksi mika kaca shield.

5. Dianti Utamidewi (Ami), bagian produksi karet pengikat.

6. Achmad Jayadi (Adi), bagian packaging dan pengiriman.

7. Imam Ma’arief (Imam), supply kebutuhan bahan.

8. Alberto Reschiglian (Alberto), supply kebutuhan bahan.

Komentar

Rekomendasi

SATU Indonesia Awards Cari Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19

Pemuda ini Sebut Dokter Garda Terakhir Penanganan COVID-19

Pemuda Pencari Amal dan Cinta Kompleks Pemda Bagi Sembako dan Masker

Salut, Petani Muda di Desa Turun Gunung Bagi Sayuran Gratis ke Warga Bantaeng

Pemuda Asal Sulsel Ini Jadi Komisaris Independen Bank Syariah Mandiri

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar