Terkini.id, Jakarta – Curhat salah seorang dokter yang merawat pasien Corona (Covid-19) di Wisma Atlet Jakarta, dr Debryna Dewi Lumanauw viral di media sosial, Rabu, 1 April 2020.
Diketahui, Wisma Atlet Jakarta saat ini dijadikan oleh pemerintah pusat sebagai rumah sakit darurat pasien Corona.
Lewat Instagram Story-nya, dr Debryna menceritakan bahwa rumah sakit darurat Wisma Atlet terbagi menjadi tiga area yakni zona merah, kuning, dan hijau.
“Begitu masuk zona merah ini, kami sudah menganggap diri kami ODP. Sehingga komitmennya adalah, kami tidak akan secara bebas keluar dari sini sebelum dikarantina 14 hari,” kata dr Debryna di unggahan Stories-nya, dikutip dari Wolipop Detik, Rabu, 1 April 2020.
Ia kemudian menceritakan, sejak hari pertama bertugas di Wisma Atlet pengamanan di rumah sakit darurat tersebut sangat ketat.
- Jumlah Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kembali Meningkat
- Wisma Atlet Penuh! Kasus Covid-19 di DKI Jakarta Melonjak Drastis, Ini Data Selengkapnya
- Omicron di Indonesia Mencapai 46 Kasus, Kemenkes Ungkap Mayoritas Hasil Impor
- Kodam Jaya Angkat Suara Terkait Anggota TNI Tulis Nomor HP di Paspor Mahasiswi
- Imbas Varian Omicron Masuk Indonesia, Pemerintah Lockdown Wisma Atlet
“Mulai dari pengecekan suhu badan hingga bilik disinfektan yang dijaga oleh petugas militer. Semua pekerja di rumah sakit darurat Covid-19 ini pun diperiksa dan mendapatkan asuransi kesehatan,” ujar dr Debryna.
“Saya bekerja di IGD sepanjang hari. Kami mulai bekerja pada pukul 05:00 pagi dan selesai sekitar pukul 15:00 WIB,” sambungnya.
Ia pun menjelaskan bahwa dirinya dan rekan tim medis lainnya di Wisma Atlet hanya mengenakan satu set APD untuk setiap shift.
“Kami tidak ingin menyia-nyiakan peralatan. Kami sepakat untuk membatasinya, hanya pakai satu set APD setiap shift sehingga menahan untuk tak makan, minum atau pergi ke toilet selama 9 jam,” ceritanya.
Dokter Debryna dalam unggahannya itu juga mengungkapkan bahwa kebutuhan logistik seperti makanan untuk petugas medis tercukupi, karena banyak warga yang menyumbangkannya.
Namun, untuk bantuan housekeeping, porter untuk titipan barang pasien dan security triage dinilainya masih sangat dibutuhkan di rumah sakit darurat tersebut.
“Pagi ini kita di IGD kewalahan banget. Bukan hanya karena pasien, tapi karena tidak ada bantuan housekeeping, porter untuk titipan barang pasien dan security triage,” ungkapnya.
“Suasana ketika masuk ke dalam rumah sakit sudah membuatku lelah. Banyak pasien juga merasakan kecemasan,” terangnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
