Terkini.id, Jakarta – Aksi saling sindir antara Ketua Umum PSI dan Anies Baswedan semakin memanas.
Keduanya terlihat kerap melontarkan sindiran menohok di media sosial.
Seperti aksi saling sindir yang baru-baru ini terjadi, keduanya saling sindir perihal ‘suara sumbang’.
Awalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengundang grup band Nidji untuk tampil di JIS, dan memuji penampilan eks grup Giring tersebut dengan berkata ‘tidak ada suara sumbang’.
Tak berselang beberapa lama, Ketua Umum PSI Giring Ganesha mengunggah sebuah video yang berisikan lagu dengan lirik ‘jangan kau dengarkan suara sumbang’.
- Giring PSI Balas 'Rayuan' Puan Maharani PDIP: Kami Akan..
- Giring Sebut Formula E Belum Sukses, Refly Harun: 'Yang Dikatakannya Tidak Semuanya Benar Juga Tidak Semuanya Salah'
- Soal Formula E Jakarta, Giring: Kalau Cuma Ramai dan Ingar-Bingar Saja Sih, Itu Bukan Sukses
- Giring Ganesha Beri Komentar Usai Gelaran Formula E: Kalau Cuma Ramai Saja Sih itu Bukan Sukses
- Giring dan PSI Disebut 'Cari Muka' di Papua untuk Pemenangan Pilpres, Netizen Marah: Hei Wadas Sedang Bergejolak!
Tak hanya itu, Giring bahkan berbicara soal akan adanya yang tumbang pada Oktober mendatang.
“Jangan kau dengarkan suara sumbang. Oktober bakal ada yg tumbang. Cepat-cepat lah kita tutup gerbang,” tulis Giring dalam akun Twitternya @Giring_Ganesha, Senin, 17 Januari 2022.
Giring memang tidak menjelaskan apa maksud dan untuk siapa cuitannya tersebut.
Namun, cuitan itu kembali mengundang perhatian netizen yang menganggap bahwa isi dari cuitan lagu yang dirilis Giring itu merupakan bentuk sindiran keras terhadap Anies Baswedan.
Pasalnya, Oktober mendatang merupakan bulan berakhirnya masa jabatan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Melansir dari wartaeconomi.co.id, Peneliti Utama Indonesia Political Opinion (IPO), Catur Nugroho, menanggapi dugaan perseteruan antara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Menurut Catur, siasat yang digunakan PSI serta Ketua Umumnya, Giring Ganesha dalam mengkritik perlu mendapat perhatian serius.
“Saya pikir langkah-langkah yang dilakukan PSI dan Giring dalam mengkritik kinerja Pak Anies cenderung tendensius dan subjektif,” ujar Catur, Selasa, 18 Januari 2022.
Catur menjelaskan PSI seharusnya kembali membenahi sistem kritik yang dilontarkan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Sebab, kalau ada yang tidak beres terkait yang ada di Pemprov DKI, PSI bisa menggunakan hak legislatif di DPRD Jakarta.
“Jika memang ingin melakukan kritik dan evaluasi, PSI seharusnya bisa menyampaikan sesuai porsinya melalui para legislator di DPRD DKI Jakarta,” jelasnya.
Selain itu, Catur menganggap apa yang terjadi di Jakarta, PSI terkesan hanya mencari sensasi dengan membuat masalah kepada Anies Baswedan.
Menurutnya, PSI sebaiknya lebih mengedepankan fungsi pengawasan di DPRD jika Anies Baswedan melakukan kesalahan.
“Kalau memang terjadi penyimpangan oleh Pemprov DKI, mereka (PSI) bisa melakukan fungsi pengawasan di dewan, tanpa terkesan mencari-cari kesalahan Anies Baswedan,” timpalnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
