Aktivis Asing Menyoroti Tingkah Kanada yang Membuang Sampah Ilegal di Indonesia

Aktivis Asing Menyoroti Tingkah Kanada yang Membuang Sampah Ilegal di Indonesia

I
R
Indah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – The fifth estate sebuah film dokumenter yang digunakan aktivis asing untuk mempertanyakan tingkah dari negara maju Kanada yang membuang sampah daur ulang secara ilegal ke seluruh negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dilansir dari CNN Indonesia Jumat 22 April 2022, selama ini perusahaan daur ulang Kanada mengirim sampah rumah tangga tak terpilah secara ilegal masuk ke tanah air.

Kiriman sampah rumah tangga tak terpilah ini dikirim ke Indonesia dengan cara menyembunyikan sampah tersebut ke tumpukan sampah yang telah mendapatkan persetujuan untuk diekspor.

“Isi tempat sampah biru kami dikumpulkan dan dibuang dan 3,3 juta ton sampah plastik dipilah per tahun. (Namun) kurang dari sepuluh persen (sampah) plastik itu didaur ulang,” ujar jurnalis The Fifth Estate, Gillian Findlay, dalam dokumenter berjudul “Canadian Recycling Companies Caught Shipping Illegal Trash Overseas,” yang diterbitkan pada Kamis 21 April 2022.

Aktivis cilik Indonesia Aeshnina  Azzahra Aqilani juga menyatakan kekhawatirannya akan sampah plastik dari negara Kanada yang selalu dikirim ke Indonesia.

Aktivis cilik tersebut menulis surat kepada Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau agar negara yang dipimpinnya tidak mengirim sampah ke Indonesia.

Dalam dokumenter the fifth estate terlihat bahwa para aktivis sedang berupaya untuk membersihkan Sungai Brantas dari kumpulan sampah plastik.

Tumpukan sampah plastik memenuhi pinggiran Sungai Brantas dalam posisi tersangkut pada tumbuhan yang ada disekitarnya. Selain itu film dokumenter tersebut juga membahas mengenai permainan pabrik kertas di Indonesia.

“Jadi pabrik kertas di Indonesia, mereka membeli sampah kertas dari negara maju, tetapi negara maju, mereka menyelundupkan sampah plastik mereka ke Indonesia karena mereka tahu bahwa daur ulang plastik itu sangat sulit dan mahal. Makanya mereka selundupkan saja ke Indonesia,” kata Nina.

Sebelumnya aktivis cilik Nina telah menulis surat kepada Presiden Jokowi soal permasalahan negara maju seperti Kanada yang mengirim sampah ilegalnya ke negeri ini.

Namun faktanya tidak hanya Kanada, negeri lain seperti Amerika Serikat, Australia, Eropa juga menjadikan Indonesia sebagai tempat pembuangan sampah mereka.

Hal tersebut membuat tempat pembuangan sampah Desa Bangun, Mojokerto menjadi tempat pembuangan sampah terbesar di Jawa Timur. 

“Desa Bangun, Mojokerto menjadi tempat pembuangan sampah plastik import terbesar di Jawa Timur. Para penduduk desa memilah sampah plastik impor, yang laku dijual dan yang tidak laku dijual,” ujar Nina.

Sebagai informasi bahwa sampah plastik yang dicuci bersih, hasil dari limbah pencucian plastik tersebut mengalir dan membuat sungai tercemar serta ikan penghuni sungai tersebut mati akibat racun limbah plastik.

Bahaya mengenai mikroplastik yang berada dalam limbah plastik tersebut memiliki ukuran kurang dari 5 mm. Mikroplastik tersebut bisa masuk kedalam tubuh manusia dan juga hewan yang ada disekitar sungai.

“Jika ada mikroplastik di sungai, ikan-ikan akan terkontaminasi dan ikan tersebut kita makan, mikroplastik bisa menyebabkan penyakit serius pada manusia,” imbuh Nina dilansir dari CNN Indonesia, Jumat 22 April 2022.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.