Makassar Terkini
Masuk

Amankan Ambulans Selundupkan Motor, Polda Sulsel Beri Kesempatan Pemilik Kendaraan

Terkini.id, Makassar – Polantas Polda Sulsel mengamankan ambulans merek Daihatsu bernomor polisi DD 1329 KK yang ugal-ugalan di Jalan Trans Sulsel. Alhasil, kendaraan yang berada di sekitar pun bingung dan berhamburan.

Selain itu, ambulans tersebut tak membawa pasien melainkan kendaraan motor. Berdasarkan hasil temuan, kendaraan tersebut telah menunggak selama 5 tahun. 

“Kendaraan masih ditahan semua. Kami masih persuasif memberikan kesempatan pada pemilik kendaraan untuk menyelesaikan tunggakannya selama 5 tahun. Itu berdasarkan kebijakan Dirlantas,” kata Aiptu M Nazir yang mencegat mobil ambulance tersebut, Sabtu, 26 Februari 2022.

Sedangkan kendaraan roda dua yang berada di dalam ambulans, diberikan kesempatan menghadirkan dokumen beruma STNK dan BPKB.

Nazir mengatakan pihaknya memberikan kesempatan kepada pemilik kendaraan untuk menunaikan kewajibannya. Bila tak dipenuhi, tak menutup kemungkinan mengarah pada pidana.

Ia mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih jauh soal motif pelaku. 

“Hanya saja masih kantor tutup, hari Rabu baru buka,” tuturnya.

Awal mulanya, ia menceritakan sempat memberikan isyarat kepada sopir ambulans agar berhati-hati mengemudi. Namun mobil tersebut tetap melaju kencang. Ia lantas mengejar ambulans tersebut lantaran curiga di dalam mobil tak ada keluarga pasien.

Selain itu, Nazir juga tak menemukan ada tiang infus. Ia pun langsung mencegat mobil tersebut sebelum terjadi kecelakaan lalu lintas.

“Kalau saya tidak cegat, 90 persen terjadi kecelakaan lalu lintas,” tuturnya.

Nazir mengungkapkan, ambulans itu dikemudikan seorang pelajar, Muh Arifin Ilham (15) warga BTN Mangga 3 no G1/15 dan di sampingnya Firman (21), warga Jl Regge, Makassar. Saat ditanya, Arifin mengaku sedang membawa pasien.

“Saya memeriksa isi mobil ambulans. Ternyata ada motor yang dibawa dari Kabupaten Pangkep menuju Kota Makassar, ternyata selama 5 tahun tidak pernah membayar pajak kendaraannya,” ujar dia.

Sebelum mengamankan kendaraan tersebut, sopir ambulans sempat hendak melakukan penyogokan. Ia merogoh uang Rp1 juta dari sakunya. Nazir mengatakan dirinya menolak.

“Tidak semua orang bisa kau sogok, jangan samakan saya dengan orang lain,” tuturnya.

Nazir menegaskan, pihaknya telah menilang mobil tersebut sesuai UU nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 134 dan 135 dimaksud Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f.