Terkini.id, Jakarta – Putra Jenderal Ahmad Yani, Untung Mufreni A.Yani mengungkakpan bahwa ada sejumlah peristiwa yang tak ditampilkan di film G30S/PKI.
Hal itu diungkapkan Untung saat menjadi narasumber dalam Kabar Petang TV One, pada Selasa 29 September 2020.
Awalnya, Untung menilai bahwa film garapan Arifin C.Noer itu 98 persen sesuai dengan peristiwa terbunuhnya sang ayah.
“Kalau mengenai film yang di rumah, memang ya seperti itu,” ucap Untung dikutip dari YouTube TV One, Rabu 30 September 2020.
Dia kemudian membeberkan namun ada beberapa peristiwa di film G30S/PKI yang ditampilkan tak sesuai dengan kejadian sesungguhnya.
- Progres 86 Persen, Jalan Rabat Beton TMMD 128 Jadi Urat Nadi Peningkatan Ekonomi Warga Jeneponto
- Bank Mandiri Sukses Gelar Livin' Galesong Trail Run 2026, Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
- Penuh Makna, Lembaga Adat Bangkala Genap 25 Tahun, Raja-Raja Se-Sulsel Berkumpul di Balla Lompoa
- Usai Masuk 5 Besar Aquatics World Cup Xi'an di China, Tim Renang Artistik Sulsel Kini Borong 8 Medali Emas di Kejurnas Akuatik Senayan
- Asmo Sulsel Tawarkan Promo Motor Sport dan Scoopy Sepanjang Mei 2026, Jangan Sampai Ketinggalan
Sesudah menembak Jenderal Ahmad Yani, di film G30S/PKI Pasukan Cakrabirawa menggotong tubuh sang jenderal keluar dari rumah dengan memegang tangan dan kakinya.
Padahal dalam peristiwa sesungguhnya, Pasukan Cakrabirawa menyeret kaki Jenderal Ahmad Yani, dari ruangan makan hingga ke pinggir jalan.
Untung mengungkapkan bahwa kala itu ayahnya diperlakukan bagai binatang.
“Yang tidak akurat itu waktu bapak diseret dari dalam ruangan makan, ke pinggir jalan di Jalan Krakatau,” ucap Untung.
“Kalau di film itu tangan diangkat, kaki diangkat.
“Kalau yang aslinya, ya tangan tidak diangkat, diseret langsung seperti menyeret binatang,”
“Itulah yang terjadi,” imbuhnya lagi.
Bukan hanya itu, Untung mengungkapkan bahwa di film juga tak ditampilkan saat ia dan saudara-saudaranya mengikuti Pasukan Cakrabirawa saat menyeret tubuh Jenderal Ahmad Yani.
Menurut Untung, kala itu sempat terjadi peristiwa tarik-menarik.
“Waktu bapak diseret dari ruangan makan, dan kami mengikuti semua dari belakang,” kata Untung.
Saat ingin menyusul Jenderal Ahmad Yani keluar rumah, Untung menjelaskan Pasukan Cakrabirawa mengacungkan senjatanya.
Mereka mengancam akan menembak anak-anak Jenderal Ahmad Yani, jika berani melangkahkan kaki keluar dari rumah.
“Dua yang di belakang itu pintu kamar mereka dipegang oleh anggota Cakrabirawa, supaya tidak bisa keluar,” ujar Untung.
“Saat kami di pintu belakang, salah satu Cakrabirawa sudah siap dengan senjatanya,”
“Dan membentak kami, “kalau keluar akan ditembak,” itu memang begitu,”
“Ada yang tidak terfilmkan,” imbuhnya.
Walau saat peristiwa berdarah itu terjadi dirinya masih berusia 11 tahun, Untung mengaku masih bisa mengingat semuanya dengan detail.
Ia mengatakan kenangan buruk tersebut tak akan pernah bisa melupakannya sampai menutup mata.
“Sampai saya menutup mata,” ucap Untung.
“Ya itulah yang terjadi di rumah, kalau di lubang buaya juga ada saksinya,” imbuhnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
