Terkini, Jeneponto – Di pinggir Jalan Ishak Iskandar, lebih dikenal sebagai Jalan Lingkar, Kelurahan Empoang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, berdiri sederhana sebuah kedai makan yang kini jadi langganan warga dan pelintas jalan. Namanya Sop Saudara Sederhana. Tidak ada bangunan megah, tidak ada dekorasi mewah, hanya bangunan permanen berwarna putih kuning hijau, meja-kursi sederhana, dan aroma kaldu yang semerbak menyapa hidung sejak jarak sepuluh meter.
Bagi warga Jeneponto, nama “Sop Saudara” sudah sangat akrab — kuliner warisan budaya Sulawesi Selatan yang sejak lama jadi kebanggaan. Tapi di kedai ini, ada rasa berbeda: rasa otentik, rasa kebersamaan, rasa khas kuliner Butta Turatea dan harga yang sangat bersahabat, layak disandingkan dengan namanya: Sederhana.
Lokasi Strategis, Jadi Tempat Singgah Favorit
Berada tepat di jalur utama penghubung pusat kota Jeneponto ke arah selatan dan utara, jalur Bantaeng Makassar kedai ini sangat mudah ditemukan. Lokasinya persis di seberang atau tak jauh dari SD Negeri 8 Binamu, yang lebih memudahkan adalah kedai ini tepat berasa didepan SMK Negeri 8 Jeneponto, hal ini membuatnya jadi tempat singgah favorit para orang tua, pelajar, pengendara motor, hingga sopir angkutan kota dan truk yang melintas setiap hari.
Buka mulai pukul 08.00 pagi hingga 20.00 malam setiap hari, kedai ini tak pernah sepi. Puncak keramaian biasanya saat jam makan siang dan sore hari. Meski ruangan tak terlalu luas, dengan kapasitas sekitar 30–40 orang, suasana selalu hangat, riuh rendah percakapan pengunjung yang menikmati makanan bersama, layak dengan filosofi nama “Saudara” yang bermakna persaudaraan dan kebersamaan .
- Sekda Sulsel Ajak Perbankan dan Serikat Pekerja Bangun Ekonomi Inklusif
- Tembus Barisan Kedua, Veda Ega Pratama Start Posisi 6 di Moto3 Prancis 2026
- Dokter Koboi Kenang Sosok Almarhum Brigjen Farid Armansyah, Dokter Jenderal Pertama Asal Makassar
- Muslim Woman Space Gelar 'MWS Connect Day 2026' Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Bertumbuh
- Puluhan Pelari Mancanegara Siap Meriahkan Makassar Half Marathon 2026
“Dulu saya sering makan Sop Saudara di Makassar, tapi sejak ada kedai ini, saya jarang pergi jauh. Rasanya sama persis, malah menurut saya lebih pas di lidah orang Jeneponto, dan harganya tidak bikin kantong bolong,” ujar salah seorang pengunjung, Sabtu, 9 Mei 2026, warga Empoang yang sudah jadi pelanggan setia sejak kedai ini berdiri.
Resep Turun-Temurun, Kuah Kaldu Berjam-jam
Di balik rasa lezat itu, ada tangan terampil pemilik sekaligus pengelola, Menurut mantan Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber daya Manusia (BKPSDM) Jeneponto, H.Haerul Gassing Karaeng Kuri bersama istrinya, Sri Lita Irtani Karaeng Caya. Pasangan ini mengelola kedai ini dengan resep yang dijaga ketat, warisan keluarga yang telah puluhan tahun menekuni dunia kuliner khas Sulsel.
“Kunci utama Sop Saudara ada di kuahnya. Kami rebus tulang dan daging sapi murni selama 6–7 jam, api kecil saja, sampai sarinya benar-benar keluar. Campuran rempahnya juga khas dengan memakai bumbu rahasia keluarga, tidak pakai penyedap buatan berlebihan. Rasanya harus gurih, segar, sedikit manis alami, tidak keruh, dan tidak berlemak tebal,” jelas Sri Lita Irtani Kareng Caya saat ditemui di warung makan miliknya.
Penyajiannya pun klasik, berbeda dengan di kedai sop saudara lain. Dengan menu sop saudara, ikan bandeng bakar dan ayam bakar, pengunjung hidangkan sambel sesuai permintaannya. Nasi pun tidak dihidangkan hanya sepering, namun pengunjung disediakan satu tempat nasi dan mengambil sesuai porsinya.
“Kalau ada yang bilang Sop Saudara sama dengan Coto Makassar, itu salah besar. Coto kuahnya kental, berwarna gelap, berbumbu kacang. Sop Saudara kuahnya bening, ringan, rasa rempahnya lebih halus. Di sini kami pertahankan ciri khas asli itu, tidak diubah-ubah,” tambah Karaeng Caya.
Lebih dari Sekadar Warung Makan
Nama “Sederhana” yang disematkan bukan sekedar nama, tapi prinsip yang dipegang teguh pemilik. “Kami ingin semua orang bisa makan enak, tidak harus mahal. Warung ini milik warga, untuk warga. Kami anggap setiap pembeli itu saudara sendiri, makanya kami layani dengan sepenuh hati, ramah, dan cepat,” ujar Karaeng Caya.
Bagi masyarakat Kabupaten Jeneponto, kehadiran kedai ini bukan sekadar menambah pilihan kuliner, tapi juga menjaga warisan budaya. Di tengah gempuran makanan modern, Sop Saudara Sederhana tetap berdiri kokoh membawa identitas rasa asli Sulawesi Selatan.
Bahkan, tak jarang tamu dari luar kota yang sedang berkunjung ke Jeneponto sengaja berhenti di sini setelah mendengar rekomendasi warga lokal. “Kalau ke Jeneponto belum makan di Sop Saudara Sederhana, rasanya ada yang kurang,” begitu kata banyak orang..
Lokasi Lengkap:
Jl. Ishak Iskay (Jalan Lingkar), Kel. Empoang, Kec. Binamu, Kab. Jeneponto, Sulawesi Selatan | Buka: 08.00 – 20.00 WITA. Lebih tepatnya di terletak di depan SMK negeri 8 Jeneponto.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
