Selain itu, warga juga meminta agar pemerintah kelurahan dan DPRD berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait maraknya mainan anak berupa senjata berpeluru plastik yang digunakan untuk bermain perang-perangan. Mainan tersebut dinilai berpotensi menyebabkan cedera mata serius hingga kebutaan serta memicu konflik antar anak bahkan remaja.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, H Syaiful menyatakan akan mendorong adanya pengawasan lebih ketat serta sosialisasi kepada orang tua dan pedagang.
“Kita tidak ingin ada korban hanya karena permainan yang tidak terkontrol. Saya akan berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan kepolisian untuk mencari solusi, apakah perlu ada imbauan resmi atau penertiban terhadap penjualan mainan berbahaya tersebut,” tegasnya.
Ia juga mengimbau para orang tua untuk lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anaknya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Kegiatan reses ini menjadi bukti komitmen H Syaiful dalam memperkuat kedekatan dengan konstituen. Melalui dialog langsung, berbagai aspirasi dan keluhan masyarakat berhasil dihimpun sebagai bahan perjuangan untuk diteruskan ke Pemerintah Kota Makassar.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
