Terkini.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta kepada setiap pihak untuk tidak memaknai kata ‘Jakarta Tenggelam’ yang bernah dikatakan oleh Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, dengan makna yang negatif.
Sebelumnya, Joe Biden pernah mengeluarkan pernyataan yang membuat heboh, yakni menyebut bahwa Jakarta akan tenggelam di tahun 2030.
Pernyataan itu disampaikan oleh Joe Biden saat pidato kenegaraannya di kantor Intelijen, AS, 27 Juli 2021 lalu.
Atas hal tersebut, Lembaga Pengendalian Kebijakan dan Sumber Daya Alumni IA ITB membuat webinar yang bertajuk ‘Jakarta Tenggelam’, dan salah satu yang menjadi keynote speaker adalah Anies Baswedan.
Anies mengatakan bahwa seluruh pihak harus melihat makna yang terkandung dalam pesan yang pernah disampaikan oleh Joe Biden sebagai pesan yang kolektif.
- Gerakan Rakyat Sulsel Bela Kritik Anies, Asri Tadda: Optimisme Harus Dibangun di Atas Kejujuran
- Ahok Tanggapi PDIP Usung Anies di Pilgub DKI Jakarta
- Rocky Gerung Saran ke Anies Untuk Tak Maju Dalam Pilgub Jakarta
- KPU Resmi Umumkan Pemenang Pilpres 2024, Anies Baswedan: Kita Dukung Langkah Tim Hukum!
- Anies Baswedan Sebut Kabar Dirinya Maju di Pilgub Hanya Pengalihan Isu
“Kita harus melihat pesan yang beberapa detik itu sebagai pesan kolektif,” ucapnya dikutip terkini.id dari rmolid.
Ia mengatakan bahwa pesan yang ingin disampaikan oleh Joe Biden kepada Indonesia ada dua makna.
Pertama, yakni Indonesia saat ini menjadi pusat perhatian internasional, dan pesan kedua yakni Joe Biden ingin mengubah paradigma ekonomi.
“Climate change is real, dan kebijakan kita harus meletakkan kelestarian ekologis sebagai salah satu pertimbangan utama,” ucapnya kembali.
Anies menyebutkan bahwa Ibukota Indonesia dijadikan sebagai contoh terkait bahaya kenaikan permukaan laut.
“Ibu kota Indonesia dijadikan sebagai contoh bahaya naiknya permukaan laut, jadi ini ditujukan bahwa ancaman global terjadi di beberapa wilayah, termasuk di Pulau Jawa ini,” tuturnya.
“Dugaan kami, dia sedang berbicara pada domestik audiensinya. Mengubah paradigma ekonomi di dalam negerinya sendiri, sekaligus mengajak negara lain untuk mengubah paradigmanya,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
