Terkini, Makassar — Ketua DPW Gerakan Rakyat Sulawesi Selatan, Asri Tadda, menanggapi pernyataan politikus Partai Golkar, Idrus Marham, yang meminta agar kritik Anies Baswedan terhadap pemerintah disampaikan dengan optimisme dan solusi.
Menurut Asri, kritik dalam sistem demokrasi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, terlebih jika kritik tersebut lahir dari realitas yang dirasakan langsung masyarakat.
“Kami menghormati pandangan Pak Idrus Marham. Namun yang perlu dipahami adalah bahwa optimisme yang sehat tidak lahir dari menutup mata terhadap persoalan. Optimisme justru lahir dari keberanian mengakui masalah dan kesungguhan untuk menyelesaikannya,” ujar Asri Tadda dalam keterangannya di Makassar, Sabtu (23/5/2026).
Asri menilai berbagai pernyataan Anies selama ini bukan upaya membangun pesimisme publik, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk menyuarakan persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari tekanan ekonomi rumah tangga, melemahnya daya beli, sulitnya lapangan pekerjaan, hingga meningkatnya beban hidup masyarakat kelas menengah ke bawah.
“Ketika rakyat mengeluhkan harga kebutuhan pokok yang terus naik, biaya hidup yang semakin berat, dan peluang ekonomi yang makin sempit, maka menyampaikan fakta itu bukan pesimisme. Itu adalah kejujuran,” katanya.
- Jurnalis Media Online Jadi Korban Penganiayaan Brutal dan Ancaman Pembunuhan di Takalar
- Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Warga Pra Sejahtera di Bitung
- UMI Bersinar di Belmawa 2026, Prof Hambali Thalib: Mahasiswa Sedang Bersiap Jadi Pemimpin Bangsa
- GGN dan Coca-Cola Indonesia Gelar Festival Sepak Bola Rakyat di Makassar, Libatkan 670 Talenta Muda
- Pendaftaran APINDO Run Festival 2026 Mulai Dibuka, Hadirkan Kategori 3K dan 5K, Hadiah Ratusan Juta Menanti
Ia juga menyindir kecenderungan sebagian elite politik yang dinilai lebih fokus menjaga narasi optimisme dibanding menyelesaikan persoalan masyarakat.
“Yang berbahaya justru jika elite politik lebih sibuk menjaga narasi optimisme daripada menjawab substansi persoalan yang sedang dihadapi rakyat,” tegasnya.
Asri menegaskan bahwa kritik tidak harus selalu diawali pujian agar dianggap konstruktif. Dalam demokrasi, kritik merupakan instrumen kontrol publik yang sah dan dijamin konstitusi.
“Jangan sampai kita terjebak pada logika bahwa setiap kritik terhadap pemerintah harus dianggap sebagai serangan politik. Jika ada persoalan yang disampaikan, maka jawablah persoalannya. Jangan sibuk menyerang orang yang menyampaikan kritik,” ujarnya.
Ia turut mengingatkan bahwa meski kondisi ekonomi global turut memengaruhi situasi nasional, hal tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menghindari evaluasi terhadap kebijakan pemerintah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
