Masuk

Apes! Pembangunan Jawa Tengah tak Merata, Ganjar Kurang Fokus Atasi Kemiskinan hingga Puan Keheranan

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinilai tak maksimal membangun daerahnya. Mulai dari pembangunan yang tak merata hingga tak fokus mengatasi kemiskinan di Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan oleh pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga. Ia menilai bahwa selama dua periode ini pembangunan Ganjar atas Provinsi Jawa Tengah tak menyeluruh.

Wonogiri merupakan salah satu daerah yang tak mendapat perhatian penuh oleh Ganjar sebagai gubernur. Di wilayah Paranggupito, Wonogiri puluhan tahun masyarakat hidup tanpa air bersih.

Baca Juga: DPR Gelar Makan Siang Bersama Dengan Parlemen Korea Selatan, Bahas Kerjasama Hingga K-pop

“Artinya Ganjar selama ini membangun tidak menyeluruh di wilayah Jawa Tengah. Daerah Wonogiri tampaknya kurang mendapat perhatian Ganjar,” kata Jamiluddin di Jakarta, ditulis Suaracom, akhir April lalu.

Kemudian, dilihat secara komunikasi politik, ketika Ketua DPR RI Puan Maharani meresmikan akses air bersih di daerah tersebut akhirnya menjadi pesan keras untuk Ganjar terkait kinerjanya.

Diketahui, Wonogiri merupakan daerah dengan masalah kemiskinan yang cukup tinggi. Apalagi, dilihat dari suatu ukuran, Jawa Tengah dikenal sebagai provinsi termiskin di Jawa menjadi pelengkap masalah yang harus menjadi bahan evaluasi bagi sang Gubernur.

Baca Juga: Akses Air Bersih Masih Jadi Persoalan Mendasar di Kota Makassar

“Namun realitasnya, kita melihat daerah Jawa Tengah itu adalah tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa. Dari sudut itu memang kelihatannya Ganjar sebagai wakil dari pemerintah pusat ini kurang fokus mengatasi kemiskinan di wilayahnya,” kata Jamiluddin lagi.

Puan Maharani, rekan separtai Ganjar Pranowo justru mengaku heran karena masih ada masalah kemiskinan di Jawa Tengah. Padahal, provinsi itu merupakan daerah basis PDIP, presidennya dari PDIP, gubernur, ketua DPR RI, dan bupatinya juga petugas partai yang sama.

Keheranan itu diungkapkan Puan saat mendengar cerita adanya wilayah di Wonogiri selama puluhan tahun tak menikmati akses air bersih. Parahnya, warga nyaris tak pernah mandi dan lebih sering cuci muka.

“Saya sampai nengok saat dibilang puluhan tahun. Ini benar, tidak? Saya tidak menyangka kalau sampai puluhan tahun sulit mendapatkan air bersih,” kata Puan saat memberikan sambutan peresmian keran air bersih di Desa Gendayakan, Selasa, 26 April 2022.