Perubahan bentuk pelaksanaan Appanassa sebenarnya bukan sesuatu yang perlu ditolak secara mutlak.
Budaya memang memiliki sifat dinamis dan selalu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat pada zamannya. Globalisasi, perkembangan teknologi, serta tumbuhnya industri pernikahan telah memengaruhi cara masyarakat memaknai sebuah prosesi adat.
Keinginan menghadirkan suasana yang lebih personal dan romantis merupakan bagian dari realitas sosial yang tidak bisa dihindari.
Namun, persoalan yang patut menjadi perhatian adalah ketika perubahan tersebut tidak lagi disertai pemahaman terhadap filosofi yang melandasinya.
Banyak generasi muda mengenal Appanassa hanya sebagai acara tukar cincin atau seremoni pertunangan.
- Himbauan Pemkab Jeneponto, Stop Penebangan Sembarangan, Lestarikan Pohon Demi Lingkungan Sehat, Cegah Erosi
- Jeneponto Satukan Langkah, Komitmen Bersama Percepat Penurunan Stunting Demi Generasi Berkualitas
- GESIT DATA PRESISI, Terobosan Pemkab Jeneponto Wujudkan Satu Data Terpadu Percepat Penurunan Stunting
- HUT ke-48, Bupati Andi Asman Luncurkan Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian'
- Adira Expo Takalar 2026 Hadirkan Solusi Finansial untuk Liburan Keluarga yang Lebih Nyaman
Mereka memahami bentuk luarnya, tetapi tidak mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti penghormatan kepada tetua, musyawarah keluarga, dan tanggung jawab kolektif dalam membangun ikatan perkawinan. Ketika makna mulai dilupakan, adat berpotensi kehilangan ruh yang selama ini menjadi identitasnya.
Menurut penulis, tantangan terbesar dalam pelestarian budaya saat ini bukanlah perubahan, melainkan hilangnya kesadaran sejarah. Sebuah tradisi tidak akan musnah hanya karena mengalami penyesuaian dengan perkembangan zaman.
Sebaliknya, tradisi akan benar-benar kehilangan jati dirinya ketika masyarakat tidak lagi memahami alasan mengapa tradisi itu diciptakan dan dijalankan oleh generasi sebelumnya. Dalam konteks Appanassa, menjaga nilai jauh lebih penting daripada sekadar mempertahankan bentuk ritualnya.
Karena itu, modernisasi dan pelestarian adat seharusnya tidak diposisikan sebagai dua hal yang saling bertentangan.
Prosesi Appanassa dapat tetap dikemas secara modern tanpa harus menghilangkan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
