Perubahan bentuk pelaksanaan Appanassa sebenarnya bukan sesuatu yang perlu ditolak secara mutlak.
Budaya memang memiliki sifat dinamis dan selalu beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat pada zamannya. Globalisasi, perkembangan teknologi, serta tumbuhnya industri pernikahan telah memengaruhi cara masyarakat memaknai sebuah prosesi adat.
Keinginan menghadirkan suasana yang lebih personal dan romantis merupakan bagian dari realitas sosial yang tidak bisa dihindari.
Namun, persoalan yang patut menjadi perhatian adalah ketika perubahan tersebut tidak lagi disertai pemahaman terhadap filosofi yang melandasinya.
Banyak generasi muda mengenal Appanassa hanya sebagai acara tukar cincin atau seremoni pertunangan.
- Hadapi El Nino, Penyuluh Kehutanan Sulsel Dibekali Strategi Mitigasi Karhutla untuk Akselerasi FOLU Net Sink 2030
- PT Vale Dorong Kesiapsiagaan Darurat Kebakaran di Bungku Timur dengan Membangun Fire Shelter Pertama
- PT Vale Wujudkan Pengelolaan Danau Matano Berkelanjutan, Dukung Kolaborasi Strategis Multipihak
- Karyawan CIMB Niaga Makassar Ikuti Fun-Walk dan Bersih-bersih Masjid-Gereja di Momen HUT Ke-71
- EyeQu Hadirkan Presbyond di Makassar, Operasi Mata untuk Masyarakat Usia 40+ dengan Teknologi Laser Supercepat
Mereka memahami bentuk luarnya, tetapi tidak mengetahui nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, seperti penghormatan kepada tetua, musyawarah keluarga, dan tanggung jawab kolektif dalam membangun ikatan perkawinan. Ketika makna mulai dilupakan, adat berpotensi kehilangan ruh yang selama ini menjadi identitasnya.
Menurut penulis, tantangan terbesar dalam pelestarian budaya saat ini bukanlah perubahan, melainkan hilangnya kesadaran sejarah. Sebuah tradisi tidak akan musnah hanya karena mengalami penyesuaian dengan perkembangan zaman.
Sebaliknya, tradisi akan benar-benar kehilangan jati dirinya ketika masyarakat tidak lagi memahami alasan mengapa tradisi itu diciptakan dan dijalankan oleh generasi sebelumnya. Dalam konteks Appanassa, menjaga nilai jauh lebih penting daripada sekadar mempertahankan bentuk ritualnya.
Karena itu, modernisasi dan pelestarian adat seharusnya tidak diposisikan sebagai dua hal yang saling bertentangan.
Prosesi Appanassa dapat tetap dikemas secara modern tanpa harus menghilangkan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
