Terkini, Makassar — Ketua Umum Srikandi Balira Lembaga Adat Kerajaan Gowa YM Andi Hikmawati Andi Kumala Idjo, menegaskan pentingnya peran perempuan sebagai benteng utama dalam menjaga dan melestarikan budaya lokal.
Hal itu disampaikan dalam momentum Halal Bihalal yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan di New Saung Rindu Alam Tanjung Bunga, Jumat 10 April 2026 malam.
Dalam sambutannya, Andi Hikmawati menekankan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar ajang silaturahmi seremonial, melainkan ruang refleksi untuk memperkuat komitmen dalam merawat nilai-nilai budaya.
“Halal Bihalal ini adalah momentum untuk membersihkan hati melalui silaturahmi, melebur ego, dan saling memaafkan agar langkah ke depan menjadi lebih ringan,” ujar Permaisuri Raja Gowa ke-38 ini.

Ia menambahkan, perjalanan organisasi selama empat tahun tidak terlepas dari dinamika dan perbedaan pendapat. Namun, hal tersebut menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan organisasi.
- Pertamina Tambah 3 SPBU Modular di CPI, Antrean BBM di Makassar Mulai Landai
- Jeritan Di Butta Turatea, Di Antara Antrian BBM, Elpiji Langka, Dan Haus Air Bersih
- Pintu Air Bili-Bili Ditutup Sementara, 8 Wilayah Makassar Berpotensi Gangguan Air
- Kelangkaan BBM di Sulsel, UNM Alihkan Perkuliahan Daring hingga 18 September 2026
- Basarnas Makassar Kerahkan Kn Sar Kamajaya Cari 130 Korban Kmp Virgo Transport 8 Di Laut Jawa
Menurutnya, silaturahmi memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan organisasi.
“Silaturahmi adalah kunci pembuka rezeki dan keberkahan umur. Dalam organisasi, ia menjadi bahan bakar yang menjaga semangat perjuangan tetap menyala,” tambahnya.
Filosofi Srikandi dan Makna Budaya
Andi Hukmawati menjelaskan, nama Srikandi tidak hanya merujuk pada tokoh pewayangan, tetapi menjadi simbol keberanian, ketegasan, dan peran aktif perempuan dalam menjaga kedaulatan.

Sementara “Balira” mencerminkan kekayaan tradisi lokal, khususnya warisan tenun yang memiliki nilai historis dan filosofis mendalam.
“Di pundak perempuanlah nasib kebudayaan diletakkan. Jika perempuan kuat, maka budaya akan tetap hidup,” tegasnya.
Ancaman Globalisasi
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
