Audrey, Korban Penganiayaan 12 Siswi Minta Wajahnya Tak Diblur

Audrey, Korban Penganiayaan 12 Siswi Minta Wajahnya Tak Diblur

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Siswi SMP berusia 14 tahun, Audrey yang dianiaya 12 siswi SMA, meminta fotonya tidak diblur.

Seperti diketahui, Audrey mendapat simpati banyak warga Indonesia karena menjadi korban bully dan penganiayaan siswi SMA.

Atas penganiayaan tersebut, Audrey mengalami luka fisik dan mengalami depresi pascatrauma.

Permintaan Audrey agar wajahnya tak diblur disampaikan oleh Ifan Seventeen yang datang menjenguknya.

Ifan Seventeen memosting fotonya bersama Audrey yang tidak diblur.

Ifan pun mengungkapkan bahwa foto yang tidak diblur tersebut atas permintaan Audretyang mau semua orang tahu bahwa Audrey kuat.

https://www.instagram.com/p/BwD52eNhTzP/

“MasyaAllah barakallah Audrey anak cantik jadi pembela buat anak-anak yang lain,” tulis Ifan Seventeen.

Ifan mengungkapkan, Audrey harus menjadi pembela untuk anak-anak lain bukan cuma di Pontianak tapi di Indonesia.

“Biar tak ada lagi yang namanya bullying sampai main fisik,” tulisnya.

Tanggapan Presiden Jokowi

Sementara itu, Presiden Joko Widodo, ikut merespons kasus bully tersebut.

“Saya telah mendengar tentang peristiwa yang menimpa seorang anak kita, siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat, yang dikabarkan menjadi korban perundungan beberapa anak lain.

Kita semua sedih dan marah dengan kejadian ini. Saya telah meminta Kepala Kepolisian RI untuk bertindak tegas menangani kasus ini. Penanganannya harus bijaksana dan berjalan di koridor undang-undang yang sesuai, mengingat para pelaku dan korban masih di bawah umur.

Yang pasti adalah, kita sedang menghadapi masalah perubahan pola interaksi sosial antarmasyarakat melalui media sosial. Kita sedang dalam masa transisi pola interaksi sosial itu, hendaknya lebih berhati-hati.

Saya benar-benar berharap agar orang tua, guru, dan masyarakat turut bersama-sama merespons setiap perubahan-perubahan yang ada, mengawasi betul anak-anak kita, serta meluruskan hal-hal yang tidak benar.

Usulan revisi terhadap regulasi yang berkaitan dengan anak-anak itu satu hal, tapi yang paling penting lagi adalah budaya kita, etika kita, norma-norma kita, nilai agama kita, semua tidak memperbolehkan adanya perundungan, apalagi penganiayaan fisik,” tulisnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.