Ayah-Anak Dikeroyok Massa di Jeneponto Gara-gara Kuda, Satu Tewas

Jenasah Ambo Daeng Mangka (30) warga Dusun Barayya 1 Desa Barayya Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto dievakuasi.(terkini.id/Syarief)

Terkini.id, Jeneponto – Ambo Daeng Mangka (30), warga Dusun Barayya 1 Desa Barayya Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto dilempari massa dan dibacok hingga tewas, Senin malam 4 November.

Massa menghakimi Ambo Daeng Mangka bersama ayahnya, Mantari dg Muntung (60) di Desa Datara Kecamatan Bontoramba, 4 November 2019 sekitar pukul 16.15 Wita

Ambo Daeng Mangka dimassa warga Desa Datara lantaran Ambo menganiaya Rani (40) warga Desa Datara dengan menggunakan parang.

Ambo memarangi Rani di atas rumah Kepala Dusun Batu Batua Desa Datara, Haris Tayang.

“Dari informasi yang didapatkan pihak kepolisian, setelah memarangi Rani pada bagian lengannya, Rani dievakuasi ke Puskesmas Bululoe.

Setelah memarangi Rani, Ambo Daeng Mangka bersama Mantari turun dari rumah dan menantang warga sekitar,” kata Kasat Binmas Polres Jeneponto AKP Syahrul.

Mendengar tantangan tersebut, warga Desa Datara langsung mendatangi anak dan bapaknya tersebut.

“Mengetahui hal tersebut, secara spontan warga sekitar mendatangi Ambondan Mantati, melihat warga berdatangan Mantari dan Ambo langsung berlari memasuki kolong rumah yang tertutup dengan dinding seng,” jelasnya

Warga yang sudah tersulut emosi mengelilingi rumah dan merusak dinding rumah agar bisa melempari kedua orang tersebut.

“Akibat lemparan batu dari massa, Ambo meninggal di TKP sedangkan Mantari berhasil meloloskan diri dengan naik ke atas rumah akan tetapi dalam kondisi sudah tidak berdaya sehingga massa menghentikan pelemparan terhadap Mantari,” ungkap AKP Syahrul

Mendengar kejadian tersebut, Kapolsek Tamalatea, Babinsa dan Babinkantibmas yang sementara melaksanakan pengamanan Pilkades meninggalkan TPS menuju TKP dan mengamankan situasi.

Bermula dari Masalah Kuda

Terungkap, Ambo memarangi Rani (Warga Batu-batua) lantaran menuduh Rani ingin mencuri kudanya.

Rani yang merupakan warga Kampung Batu-batua mencari kudanya ke ladang yang bercampur dengan kuda milik Ambo.

Karena dituduh mencuri kuda, Ambo pun memarangi Rani. Peristiwa ini menyulut emosi warga Batu-batua hingga mengeroyok Ambo.

Berita Terkait
Komentar
Terkini