Badan Promosi Sulsel Sayangkan Pemkot Batalkan Even F8

Kementerian Pariwisata meluncurkan South Sulawesi Calendar Of Event Wonderful 2019 di Balairung Soesilo Soedirman, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jalan Merdeka Barat No.17, Jakarta Pusat, Jumat 26 Juni 2019 lalu. Salah satu event yang ikut diluncurkan adalah Makassar Internasional Eight Festival and Forum.

Terkini.id,Makassar – Keinginan masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya untuk menyaksikan gelaran Makassar International Eight Festival and Forum yang akrab disebut (F8) yang sedianya diagendakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, 4 hingga 9 September 2019 mendatang pupus sudah.

Pasalnya Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata Kota Makassar membatalkan event tahunan yang sudah masuk dalam Top 10 Nasional Event Kementerian Pariwisata tahun 2019 dan resmi diluncurkan pada Jumat, 26 April 2019 lalu di Gedung Sapta Pesona Kemenpar RI, Jakarta.

Terkait pembatalan event tersebut, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Sulawesi Selatan pun ikut berkomentar. Menurut Direktur Eksekutif BPPD Sulsel, Hendra Nick Arthur even F8 bukan hanya kebanggaan warga Makassar. Sembilan juta warga Sulawesi Selatan juga sebenarnya ikut berbangga.

“Jangan sampai even ini dibatalkan. F8 telah masuk dalam top 10 even terpopuler Wonderful Indonesia tahun ini. Bayangkan saja, F8 terpilih dari 100 even yang terseleksi di kalender Even Promosi Kementerian Pariwisata RI. Sayang kalo dibatalkan,” ujarnya kepada TERKINI.ID, Senin 15 Juli 2019 malam.

Kata Hendra, even tersebut harus diperjuangkan daerah, karena telah menjadi role model penyelenggaraan even MICE di kancah nasional.

“Industri pariwisata dan masyarakat Sulsel banyak memperoleh manfaat dari even ini. Branding image Makassar sebagai gerbang timur Indonesia telah dikenal dunia melalui even ini,” terangnya.

Hendra berharap pemerintah daerah bisa mempertimbangkan terkait pembatalan even Makassar International Eight Festival and Forum (F8).

“Mungkin solusi bisa dipakai seperti penggantian Lovely Desember dengan Toraja Internasional Festival. Jika strategi Pemda mencari pengganti even Wonderful Indonesia dengan lainnya. Saya pikir juga tepat,” ungkapnya.

Hanya saja, kata dia efek promosi even ini jelas akan terpengaruh jika ada penggantian nama even yang selama empat tahun terakhir ini  telah masuk dalam kalender even nasional.

Masih kata Hendra, seharusnya penyelenggara termasuk kurator F8 Makassar sudah memikirkan agar F8 Makassar bisa digarap mandiri.

“Seharusnya kurator sudah memikirkan agar even ini tidak bergantung dengan figur kepemimpinan yang lalu. Apalagi F8 sudah memiliki supporting penuh dari private sektor termasuk perusahaan unicorn dan decacorn nasional,” ujarnya.

Sebaiknya, kata dia anggaran daerah hanya sebagai trigger sehingga even ini bisa terlaksana dengan baik

Berita Terkait
Komentar
Terkini