Dua Puskesmas di Makassar Berubah Jadi Rumah Sakit

Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin

Terkini.id,Makassar – Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Naisyah Tun Azikin mengaku tengah mengembangkan dua Puskesmas menjadi Rumah Sakit. Hal tersebut, kata dia, sebagai respons keluhan masyarakat ihwal rujukan pelayanan dasar.

“Pertama, Puskesmas Batua, tahun ini akan mendapatkan anggaran lagi seratus miliar untuk tahap kedua. Kedua, Puskesmas Ujung Pandang, baru tahun ini mendapatkan anggaran lima puluh miliar untuk tahap pertama,” kata dia saat ditemui usai kegiatan halalbihalal di Aula BKPSDMD (Ex Badiklat) Jalan Anggrek Raya No 2, Makassar, Kamis, 13 Juni 2109.

Kedua Rumah Sakit tersebut, kata dia, bertipe C. Dia berharap mampu menampung rujukan dari pelayanan dasar lantaran keluhan dari masyarakat pada saat mau di rujuk ke rumah sakit tak bisa langsung ke tipe B.

“Rumah Sakit Labuang Baji, Haji,  dan Daya itu tidak boleh langsung. Nah, akhirnya mau kemana yang tipe C-nya? Sementara di Makassar itu hanya R.S Bahagia yang bertipe C,” terangnya.

Berdasarkan hal itu, dia menyebut R.S Bahagia  kewalahan memangani pasian. Oleh sebab itu,  kata dia, harus dihendel dan didukung dengan rumah sakit pemerintah.

“Sehingga mudah-mudahan dengan keberadaan kedua R.S tipe C yang segera bisa bermanfaat di akhir tahun dan berfungsi membantu pelayanan kesehatan, khususnya rujukan ke R.S bagi masyarakat Kota Makassar,” harapnya.

Dalam memaksimalkan pelayanan terhadap kualitas pelayanan. Naisyah menuturkan bahwa Puskesmas telah bertambah satu, dari 46 menjadi 47.

“Satu itu di mana? di Kelurahan Daya, itu memenuhi janjinya kami pada saat Puskesmas Daya menjadi R.S. Masyarakat bilang di mana berobat karena semua Puskesmas penggantinya menyebrang jalan di Sudiang,” terangnnya.

Diketahui, Kota Makassar juga memiliki 38 Puskesmas pembantu. Puskesmas pembantu tersebut jaraknya cukup jauh dari Puskesmas.

Naisyah mengatakan selama ada masyarakat yang bermukim di wilayah Makassar maka akan mengembangkan Puskesmas. Kendati demikian, ia menilai hal tersebut juga berasaskan pertimbangan jumlah penduduk.

“Bergantung jumlah penduduk yang ada di wilayah-wilayah, seperti Puskesmas Daya,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini