Bagaimana Pelaksanaan Ibadah Umrah di Masa Pandemi? Ini Penjelasan Amphuri

Amphuri Sulsel
Ketua dan Sekretaris Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sulsel, Ardiansyah Arsyad dan Candra Wali. (YouTube/Terkini.id)

Terkini.id, Makassar – Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sulawesi Selatan Ardiansyah Arsyad mengatakan, situasi dan kondisi di Arab Saudi sudah masuk tingkatan ke 3 dan pada 1 November 2020 akan dibuka kembali pelaksanaan ibadah Umrah.

Amphuri merupakan gabungan dari beberapa travel penyelenggara haji yang telah mendapat sertifikasi ISO 9001 2008 dalam sistem manajemen mutu.

Ardiansyah menyebut bahwa Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan protokol kesehatan Covid-19 bagi jemaah haji.

“Dari segi pelaksaaan ibadah itu sangat terbatas, kita hanya bisa melaksanakan 1 kali saja termasuk ke Masjidil Haram termasuk ibadah umrah,” kata Ardiansyah saat hadir sebagai narasumber di Podcast Terkini yang tayang di kanal YouTube Terkini.id, Senin, 26 Oktober 2020.

Pemerintah Arab Saudi, kata Ardiansyah, telah menetapkan pelaksaaan ibadah haji dan umrah. Adapun mereka yang diizinkan melaksanakan ibadah umrah antara lain, warga saudi, orang-orang yang sudah lama tinggal di Arab Saudi (orang luar), dan jamaah yang datang di luar dari Arab Saudi, termasuk Indonesia.

Menarik untuk Anda:

“Saya mengimbau kepada warga Indonesia yang ingin melakukan ibadah umrah bahwa itu tak ada masalah. Kami dari penyelenggara tidak bisa menghalangi masyarakat untuk beribadah,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Ardiansyah, Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan standar umur bagi jemaah yang hendak melaksanakan ibadah. 

“Umurnya di atas 20 tahun dan di bawah 50 tahun,” kata dia.

Sebelum berangkat ke Arab Saudi pihak penyelenggara juga akan membuat surat pernyataan yang menegaskan bila jemaah terjangkit Covid-19 maka harus tinggal di Arab Saudi.

“Yang menanggung biayanya adalah jemaah bukan Pemeritah Arab Saudi,” kata Ardiansyah.

Selain itu, jika ada biaya tambahan di luar dari perjanjian, maka jemaah yang menanggung. 

Sementara itu, Sekertaris Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri)  Sulawesi Selatan, Candra Wali, mengatakan akan ada pembatasan jumlah jemaah di era kenormalan baru.

“Misalnya 1 pesawat hanya diisi 50-70 persen jamaah, begitu pun dengan akomodasi bus, apalagi hotel,” ungkapnya.

Pemberangkatan awal di era kenormalan baru, kata Candra, memiliki konsekuensi tambahan biaya.

Dia mengatakan pada situasi pra vaksin, dunia penerbangan menggunakan hasil tes usap sebagai rujukan.

“Baik dilakukan sebelum berangkat atau setiba di Arab Saudi,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Direktur Yayasan PerDIK Nilai TSY Paling Mengerti Kebutuhan Difabel

Update Pasien Meninggal Covid-19: Tambah 109 Orang, Total 16.111

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar