Terkini, Jeneponto – Basah kuyup diguyur air hujan, lumpur tebal menempel di sepatu dan pakaian hingga menyelimuti pijakan kaki, namun tak satu pun dari mereka melangkah mundur atau memilih berteduh. Di tengah derasnya air langit yang membasahi seluruh penjuru Dusun Bontote’ne, Desa Arpal, Kecamatan Arungkeke, Kabupaten Jeneponto, sekelompok prajurit dan warga tampak tetap kokoh berdiri di antara tumpukan kayu yang lapuk dan kerangka bangunan yang perlahan merosot. Suara hujan yang berirama kencang justru menjadi latar semangat gotong royong yang tak pernah padam, Selasa, 12 Mei 2026.
Di lokasi itu berdiri rumah milik pasangan Tompo Ramang (54 tahun) dan Surianti (46 tahun). Apa yang semula direncanakan hanya sebagai perbaikan ringan, berubah menjadi perjuangan luar biasa yang membuktikan bahwa kehadiran TNI bukan hanya soal kekuatan fisik, melainkan ketulusan hati melayani rakyat. Beberapa personel terlihat mengangkat bahu menopang tiang penyangga yang mulai miring nyaris roboh, sementara yang lain menarik satu per satu papan dinding dan rangka atap yang sudah lama dimakan usia dan cuaca. Meski air terus membasahi tubuh serta lumpur mulai menjerat langkah kaki, tangan-tangan mereka tetap bergerak cepat, bekerja seolah tak mengenal lelah dan rintangan alam.
Dari Rehabilitasi Ringan Menjadi Pembangunan dari Nol
Awalnya, rencana yang disusun hanya sebatas memperbaiki bagian yang rusak: mengganti lembaran atap yang bocor, menambal dinding yang berlubang, serta meratakan lantai yang sudah tak rata lagi. Namun semuanya berubah saat Dansatgas TMMD ke-128 Tahun 2026 Kodim 1425/Jeneponto, Letkol Inf Abdul Muthalib Tallasa turun langsung meninjau kondisi bangunan itu. Setelah memeriksa tiap sudut kerangka rumah, ia mengambil keputusan yang mengejutkan sekaligus melegakan: bangunan ini sudah terlalu rapuh, tak layak diperbaiki sebagian, melainkan harus dibongkar total dan dibangun kembali dari dasar.

“Kalau hanya ditambal di sini-sana, bahayanya masih mengancam. Kami tak mau keluarga ini menempati rumah yang sewaktu-waktu bisa roboh. Lebih baik dibangun baru sepenuhnya, meski pekerjaannya menjadi jauh lebih berat,” ungkap Letkol Abdul Muthalib Tallasa saat memimpin pembongkaran, di tengah guyuran hujan yang makin deras.
- Resmikan dan Uji Coba JIAT, Bupati Sidrap Dorong Program Tiga Kali Tanam dalam Setahun
- Tujuh Tahun Penantian, Impian di Usia Senja, Sali Binti Bando Catat Sejarah JCH Tertua Jeneponto
- Pansel Resmi Umumkan 10 Calon Pimpinan BAZNAS Makassar untuk Periode 2026--2031
- Bupati Sidrap Motivasi Siswa SDN 1 Rijang Panua: Jadi Generasi Cerdas dan Berakhlak
- Konflik Akses Jalan Pesantren Darul Istiqomah, Yasir Machmud Minta Jalan Dipakai Bersama
Sejak keputusan itu disepakati, arah pekerjaan pun berubah drastis. Kayu tua yang keropos disingkirkan, pondasi lama dibersihkan, dan perlahan kerangka baru mulai didirikan meski air hujan terus turun membasahi lokasi. Bagi Tompo Ramang dan istrinya, perubahan rencana itu bagaikan kabar gembira yang datang di tengah cuaca buruk. Selama ini mereka selalu merasa was-was jika hujan turun kencang, khawatir bagian atap runtuh atau dinding roboh menimpa keluarga.
“Terima kasih tak terhingga. Kami kira hanya diperbaiki sedikit, ternyata dibangun semuanya. Meski hujan begini, mereka tetap bekerja keras. Rasanya terharu sekali melihatnya,” ujar Tompo Ramang dengan suara terguncang menahan haru, sambil sesekali menyeka air mata yang bercampur tetesan air hujan di wajahnya.
Hujan Tak Menjadi Penghalang, Pengabdian Tetap Berjalan
Bagi para prajurit Satgas TMMD ke-128, guyuran hujan deras bukan alasan untuk berhenti bekerja. Justru di saat-saat seperti inilah semangat pengabdian mereka diuji. Pakaian yang sudah berat karena basah, lumpur yang menempel tebal di sekujur tubuh, serta tanah yang licin di bawah kaki tak menyurutkan niat mereka menghadirkan tempat tinggal yang layak bagi saudara sebangsa.

Dansatgas menegaskan bahwa program TMMD memiliki makna jauh melampaui sekadar proyek fisik. “Tujuan utama kami bukan hanya membangun bangunan batu dan kayu, tapi membangun harapan, kepercayaan, serta rasa aman di hati masyarakat. Hujan dan lumpur ini hanyalah ujian kecil bagi semangat pengabdian kami. Tak ada rintangan yang bisa menghentikan langkah kami jika itu demi kesejahteraan rakyat,” tegas Letkol Abdul Muthalib Tallasa.
Ia juga menjelaskan bahwa pembangunan rumah ini merupakan bagian dari sasaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TMMD ke-128, sekaligus mendukung sepenuhnya kebijakan dan arahan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, yang menempatkan peningkatan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas utama.
“Rumah baru ini bukan sekadar bangunan yang berdiri kokoh. Ia menjadi simbol nyata: di mana ada kesulitan rakyat, di situlah hadir TNI. Ia menjadi bukti nyata persatuan yang tak terpisahkan antara prajurit dan masyarakat, diikat oleh ikatan kasih sayang dan kebersamaan yang kokoh melebihi tiang-tiang bangunan ini,” tambahnya dengan tegas.
Rumah Baru, Harapan Baru untuk Keluarga Tompo Ramang
Di tengah derunya hujan yang perlahan mulai reda, terlihat jelas kerangka dasar rumah baru itu mulai terbentuk. Setiap tiang yang ditegakkan, setiap papan yang dipaku, dan setiap butir semen yang dicampur menjadi bukti perjuangan panjang yang dijalani para prajurit. Meski wajah mereka lelah dan tubuh terasa berat, di mata mereka terpancar kepuasan batin yang tak ternilai.

Keluarga Tompo Ramang kini tak lagi hidup dalam rasa was-was. Di balik keringat dan air hujan yang telah jatuh membasahi tanah Dusun Bontote’ne, kini tumbuh harapan baru yang kokoh. Sebuah rumah yang dibangun bukan hanya dengan tenaga dan keterampilan, melainkan dengan ketulusan hati para prajurit yang menganggap rakyatnya sebagai keluarga sendiri.
Inilah wajah sejati TNI Manunggal Membangun Desa: hadir di saat paling dibutuhkan, bekerja tanpa pamrih, dan membuktikan bahwa semangat persaudaraan akan selalu mengatasi segala rintangan—baik terik matahari yang menyengat maupun hujan deras yang membasahi bumi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
