Terkini.id, Jakarta – Mantan kader Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean membalas pernyataan Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun soal kritik.
Ferdinand Hutahaean lewat cuitannya di Twitter, Minggu 14 Februari 2021, menilai Refly Harun memiliki deretan kritik paling panjang dan keras semenjak ia dipecat dari jabatan komisaris.
“Manusia yang satu ini adalah manusia yang mungkin memiliki deretan kritik paling panjang dan paling keras semenjak dirinya dipecat dari jabatan Komisaris,” cuit Ferdinand.
Dan menurut fakta, kata Ferdinand, Refly Harun tidak pernah dipenjara meskipun ia terus mengkritik.
“Dan faktanya, denga kritik pedas, manusia ini tidak pernah dipenjara dan bebas terus mengkritik. Artinya twit ini tidak jujur,” tuturnya.
- Bersama Istri, Wabup Gowa Hadiri HUT Kiwal Garuda Hitam dan Titip Pesan Persatuan
- OJK Sulselbar Perkuat Akses Keuangan Nelayan dan UMKM Pesisir di Mamuju Tengah
- Pemkot Makassar Ganjar Juara O2SN 2026 dengan Beasiswa, SMPN 18 Raih Juara Umum
- Prima Unggul Global Resmikan Kantor Agen di Sinjai Timur, Perluas Layanan Umrah dan Haji untuk Masyarakat
- Wali Kota Munafri Dampingi Menhaj RI Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter 17 di Makassar
Dalam cuitannya itu, Ferdinand Hutahaean juga membagikan kicauan Refly Harun yang berpendapat soal kritik.
Refly Harun dalam cuitannya tersebut memberikan tips kepada netizen cara mengkritik aman yang tidak melanggar UU ITE.
Menurut Refly Harun, cara aman agar kritik sesuai dengan UU ITE yakni dengan tidak mengkritik.
“Kritik aman sesuai dengan UU ITE itu, ya tidak menyampaikan kritik,” ujarnya.
Diketahui, persoalan kritik mengkritik saat ini tengah menjadi kontroversi di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
Kontroversi tersebut bermula saat Presiden Jokowi dalam pidatonya menyampaikan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk aktif mengkritik dan memberi masukan kepada kinerja pemerintah.
Penuturan Jokowi soal kritik ke pemerintah itu sontak membuat banyak masyarakat berkomentar kurang baik alih-alih mendukung.
Pasalnya, publik menilai tidak sedikit orang yang berakhir di penjara atau paling tidak dipanggil polisi setelah mengkritik pemerintah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
