“Hari ini saya saksikan sendiri, PT Vale memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan masyarakat. Dengan demikian, saya optimis sumber daya manusia (SDM) Lutim akan unggul,” ujar Hasto.
Hasto mengatakan, Sumber Daya Alam (SDA) akan habis. PT Vale dalam beroperasi telah mempersiapkan kehidupan masyarakat pascatambang, dengan menciptakan generasi yang sehat dan cerdas. “Saya yakin ketika SDA habis dan PT Vale meninggalkan Lutim, maka pasti akan banyak profesor, doktor dan orang hebat di Lutim karena telah dibina sejak awal oleh PT Vale bersama Pemda Lutim. Suatu saat Lutim akan menjadi centre of excellence dari suatu perkembangan kemajuan,” paparnya.
Selain itu, Hasto juga mengapresiasi kolaborasi Pemda Lutim, PT Vale, dan masyarakat dalam upaya menurunkan prevalensi stunting di daerahnya.
“Saya sangat bangga atas kolaborasi antara Pemda, PT Vale, dan masyarakat yang terus mendukung upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Lutim. Semoga upaya ini mampu menurunkan prevalensi stunting hingga 14% di Lutim,” harapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Budiman juga memuji PT Vale yang selalu mendukung program pemerintah, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM di Lutim. Katanya, selama 56 tahun PT Vale di Lutim selalu membawa kebaikan dan kebersamaan, antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah.
- BPJS Ketenagakerjaan dan Kejaksaan RI Kompak Tingkatkan Perlindungan Pekerja Rentan di Sulawesi-Maluku
- Polbangtan Kementan, Dorong Generasi Muda, Bangun Startup Pertanian dan Peternakan Kompetitif
- Kini Lebih Nyaman, Warung Pallumara dan Ayam Tolping Tanjung Pindah Lokasi di Sawerigading
- Pena Petrofin Awards 2026 Dorong Kolaborasi Media dan Industri Energi di Makassar
- Jaga Keamanan dan Kestabilan Ekonomi Menjelang Idul Adha, Bupati Rakor Dengan Forkopimda Jeneponto
“Tahun ini PT Vale menyalurkan 300 juta kepada 38 desa binaan di area pemberdayaan di luar program rutin PT Vale, dan 30% dari anggaran tersebut, disalurkan untuk kegiatan intervensi spesifik dan sensitif percepatan penurunan stunting di desa. Saya berharap anggaran yang diberikan PT Vale dapat tepat guna dan dimanfaatkan dengan baik,” tegasnya.
Budiman juga memaparkan mengenai data stunting di Lutim, dari laporan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Lutim 2022 adalah 22,6%. Sementara pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 sebesar 26%, atau terjadi kenaikan 3,4%.
“Untuk itu, diperlukan upaya kita semua untuk terus menekan angka stunting di Lutim menjadi 14% pada 2024. Berdasarkan data, kondisi pada April 2024, jumlah balita di Lutim 20.129 anak, yang terdeteksi stunting sebanyak 748 anak, dengan rincian 216 sangat pendek dan 532 pendek. Melalui kegiatan hari ini, diharapkan menjadi momentum untuk kita bergerak bersama dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Luwu Timur, dengan mencegah kelahiran stunting baru,” paparnya.
Bantun 7 Titik Sumur Bor di Kecamatan Wasuponda
Dalam mendukung upaya penurunan stunting, PT Vale juga membangun tujuh titik sumur bor dan tandon air di Kecamatan Wasuponda, untuk menghadirkan air bersih yang bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Sumur bor ini telah beroperasi dan disalurkan ke seluruh desa di Wasuponda. Program ini sebagai wujud sinergi terhadap pembangunan dan kemandirian pascatambang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
