Baru Pimpin BGN, Sudaryono Langsung Gasak 261 Pegawai, 883 SPPG Ditutup Permanen

Baru Pimpin BGN, Sudaryono Langsung Gasak 261 Pegawai, 883 SPPG Ditutup Permanen

S
Syarief

Penulis

Terkini, Jakarta – Belum genap tujuh hari menduduki kursi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono langsung membuat gebrakan besar. Bukan seremonial, bukan pidato manis. Ia langsung menyapu bersih internal lembaga yang mengelola program andalan Makan Bergizi Gratis (MBG) itu.

Dua keputusan pahit diumumkan bersamaan pada Senin, 27 Juli 2026. Pertama, 261 pegawai non-ASN resmi diberhentikan. Kedua, 883 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG ditutup permanen.  

Ini adalah pembenahan terbesar dalam sejarah BGN sejak program MBG digulirkan Januari 2025 lalu.

Sudaryono tidak main-main. Dalam keterangannya, ia menyebut 261 pegawai yang dipecat tersebut terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 pegawai lainnya yang melanggar aturan berat.  

Alasannya pun dibuka gamblang: mulai dari indisipliner, tidak masuk kerja tanpa keterangan, hingga dugaan penyalahgunaan anggaran dan penggelapan uang operasional.

Baca Juga

“Ini bagian dari langkah pembenahan internal lembaga. Kebijakan menyasar pegawai yang dinilai melanggar aturan, terutama terkait kedisiplinan dalam menjalankan tugas,” ujar Sudaryono seperti dikutip dalam keterangannya dalam video yang beredar di media sosial. 

Bagi Sudaryono, program MBG yang menyangkut perut 82 juta anak Indonesia tidak boleh dijalankan oleh pegawai yang bermasalah integritasnya.

Jika pemecatan pegawai adalah bersih-bersih di dalam kantor, penutupan SPPG adalah bersih-bersih di lapangan.

BGN mengumumkan menutup permanen 883 dapur MBG (data terakhir mencatat 833 dapur) karena terbukti melanggar standar higienitas, sanitasi, dan kualitas layanan yang fatal.  

Ribuan SPPG sebelumnya juga sempat disetop sementara karena masalah klasik, tidak memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan tidak punya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Bahkan sebelumnya tercatat 1.043 SPPG belum daftar SLHS dan 443 SPPG belum punya IPAL.

BGN menegaskan, dapur yang sudah ditutup permanen tidak akan bisa buka lagi dengan nama atau yayasan yang sama. Standar tidak bisa ditawar.

Langkah Sudaryono ini mengirim sinyal kuat ke seluruh Indonesia. Sebagai Wakil Menteri Pertanian yang kini dipercaya Presiden memimpin BGN, ia datang bukan untuk melanjutkan kebiasaan lama.

Evaluasi memang sudah lama jadi sorotan. Data Mei 2026 mencatat dari total 27.208 SPPG yang beroperasi, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah di-suspend. Artinya hampir 30% bermasalah.

Dengan memecat 261 pegawai dan menutup 883 SPPG dalam waktu kurang dari sepekan, Sudaryono ingin menunjukkan bahwa BGN era baru punya satu prinsip: Gizi anak bangsa tidak boleh dikelola dengan standar asal-asalan.

Apakah ini awal dari reformasi total BGN? Publik kini menunggu gebrakan selanjutnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.