Terkini.id, Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan eks teroris Ali Imron tengah menjadi narasumber di acara dialog dan membeberkan ciri orang-orang setengah radikal, viral di media sosial.
Video eks teroris Ali Imron beberkan ciri orang-orang setengah radikal itu viral usai diunggah pengguna Twitter Smile_guys, seperti dilihat pada Rabu 23 Maret 2022.
Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyebut orang-orang setengah radikal itu tak lain adalah pihak yang disebut dengan istilah kadrun.
“RADIKAL & SETENGAH RADIKAL” RADIKAL Itu TERORIS…. Yang Setengah Radikal Itu Siapa? Jelas KADRUN, Banci Kaleng Mau Enaknya Doang Tapi Gak Mau Resikonya. Caci Maki Seenaknya Giliran Keciduk Mewek, Minta Maaf (Khilaf) Ujung-ujungnya Materai Ceban,” cuit netizen Smile_guys.

Dilihat dari video itu, tampak awalnya Ali Imron menyebut bahwa kategori radikal itu ada dua yakni setengah radikal dan benar-benar radikal.
- Miris Guru S1 Digaji Rp 500 Ribu, PGRI Serang: Sampai Kalkulator Rusak pun Enggak Ketemu Hitungannya
- Guntur Romli: Apa Harus Rumahnya Kena Bom Dulu Baru Percaya Terorisme?
- LIPI Sebut Rumah Amien Rais Pernah Ingin Dibom Ali Imron
- Pelaku Bom Bali I: Dulu Aksi Teror Masih Ada Etika Jihadnya
- Mantan Teroris Ali Imron: Ngaji Saja ke NU-Muhammadiyah, Kalau Ada Pengajian Aneh-aneh, Itu Biangnya Penyakit
“Radikal itu ada dua. Yang benar-benar radikal itu teroris dan yang setengah radikal,” ujar Ali Imron.
Ia pun lantas menjelaskan, orang yang setengah radikal itu adalah orang-orang yang kerap teriak Pancasila dan NKRI namun malah menggerogoti Pancasila.
“Setengah radikal ini siapa? Masih mau Pancasila, masih mau NKRI tetapi menggerogoti Pancasila dan NKRI,” ungkapnya.
Selain itu, menurut Ali, orang-orang setengah radikal itu juga masih mau menerima uang dari negara dalam bentuk gaji sebagai pegawai pemerintah.
“Mau juga duitnya pemerintah, mau juga duitnya negara. Kalau yang radikal teroris gak mau,” tuturnya.
Beda halnya dengan setengah radikal, eks teroris Ali Imron menyebut orang-orang yang benar-benar radikal enggan menerima gaji dari negara meskipun mereka adalah pegawai negeri lantaran hal itu mereka anggap haram.
“Ini ada pegawai negeri, kita tidak terima (gaji pemerintah) karena bagi kami gaji pegawai negeri haram,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
