Begini Kronologi Terkait Kematian Pendaki Mahasiswa UIN di Gunung Lompobattang

Begini Kronologi Terkait Kematian Pendaki Mahasiswa UIN di Gunung Lompobattang

EP
Echa Panrita Lopi

Penulis

Terkini.id,Makassar – Kematian Salman Anwar (Cora/ Linsang) pendaki Mapalasta UIN Alauddin Makassar yang dikabarkan meninggal pada Jumat 5 April 2019 di Gunung Lompobattang menjadi buah bibir di kalangan Mahasiswa Pencinta Alam dan kalangan mahasiswa ataupun masyarakat asal Bulukumba serta media sosial.

Begini Kronologi Terkait Kematian Pendaki Mahasiswa UIN di Gunung Lompobattang
Salman Anwar semasa hidupnya

Terkait dengan kematian Salman Anwar yang juga warga asal Dusun Balangsiknong/ Teteaka Desa Tambangan Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba ini, redaksi Makassar Terkini berhasil menerima kronologi dari pihak kepolisian atas kematian putra pertama dari Puang Baso dan Puang Sia ini.

Hingga berita ini diturunkan, Kapolsek Tompobulu Iptu Hasbullah menyampaikan kronologi kematian mahasiswa yang dikenal supel dan baik ini.

Begini Kronologi Terkait Kematian Pendaki Mahasiswa UIN di Gunung Lompobattang
Basarnas

“Pada hari Jumat tanggal 5 April 2019 pukul 12.30 Wita bertempat di Pos 10 Gunung Lompobattang telah terjadi kecelakaan terhadap salah seorang pendaki gunung dari Mapalasta atas nama Salman, umur 22 tahun, mahasiswa UINAM Fakultas Syariah dan Hukum, asal kabupaten bulukumba,” ujar Hasbullah dalam keterangan tertulisnya.

Adapun kronologi proses evaluasi yang dikirim pihak kepolisi terkait kematian pengurus Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) ini sebagai berikut:

Baca Juga

Begini Kronologi Terkait Kematian Pendaki Mahasiswa UIN di Gunung Lompobattang

1. Adapun korologis kejadian berawal pada saat korban dan rombongan sekitar 51 orang berangkat dari Parang Bintolo Lingkungan Lembang Bu’ne kelurahan Cikoro kecamatan Tompobulu pada hari Kamis tanggal 4 April 2019 sekitar pukul 08.00 Wita untuk melintas dari gunung Lompobattang menuju gunung Bawakaraeng dan para pendaki beristirahat di pos 9 gunung Lompobattang.

2. Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 5 April 2019 pukul 08.30 Wita para pendaki melanjutkan perjalanan menuju gunung Bawakaraeng.

Setiba di pos 10 gunung Lompobattang terjadi kecelakaan, dimana korban atas nama Salman yang betugas sebagai leader dan berjalan duluan dari teman – temannya terkena sebuah batu diperkirakan ukurannya 10 x 15 cm yang terjatuh dari atas tebing dan mengenai muka sebelah kiri korban yang mengakibatkan terjadinya pendarahan.

Begini Kronologi Terkait Kematian Pendaki Mahasiswa UIN di Gunung Lompobattang

3. Rekan korban berjumlah 2 orang atas nama Ismail umur 22 tahun, mahasiswa UINAM Fakultas Syariah dan Hukum, asal Bulukumba dan lelaki atas nama Munawir, 23 tahun, Mahasiswa UINAM Fakultas Dakwah, asal Bau Bau Sulteng bergegas mencari pertolongan ke perkampungan lokasi pertama berangkat kemudian menyampaikan hal tersebut ke masyarakat setempat.

4. Untuk diketahui bahwa lokasi posko yang digunakan oleh tim evakuasi di rumah warga atas nama Hasan/Tata Hasan Parangbintolo lingkungan Lembang Bu’ne kelurahan Cikoro kecamatan Tompobulu kabupaten Gowa.

5. Pada pukul 19.30 Wita KPA Karantuang Bantaeng berjumal 8 orang berangkat menuju posisi terakhir korban untuk dilakukan evakuasi.

6. Pukul 20.15 Wita tim Basarnas berjumlah 8 org tiba di Parangbintolo Lingkungan Lembang Bu’ne Kelurahan Cikoro.

Begini Kronologi Terkait Kematian Pendaki Mahasiswa UIN di Gunung Lompobattang
Jenazah korban Salman Anwar Tiba di kediamannya di Dusun Teteaka Desa Tambangan Kecamatan Kajang Bulukumba, Sabtu 6 April 2019 pagi.

Setelah selesai mempersiapkan perlengkapan tim Basarnas berjumlah 6 orang bersama dengan pencinta alam Cikoro berjumlah 7 orang berangkat menuju posisi terakhir korban untuk membantu evakuasi.

7. Pukul 21.00 Wita pencinta alam dari Rumbia kabupaten Jeneponto yang berjumlah 5 orang berangkat menuju posisi terakhir korban untuk membantu evakuasi.

8. Pada pukul 22.10 Wita tim dari Mapalasta berjumlah sekitar 18 orang berangkat menuju posisi terakhir korban untuk membantu evakuasi.

9. Pada pukul 23.45 Wita tim dari Korpala Unhas berjumlah 4 orang berangkat menuju posisi terakhir korban untuk membantu evakuasi.

10. Pada pukul 03.30 Wita korban berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa ke Puskesmas Malakaji Kabupaten Gowa untuk mendapatkan pemeriksaan luar dari pihak medis.

Setelah mendapatkan pemeriksaan dari pihak Puskesmas Malakaji, Jenazah korban dibawa ke rumah duka di Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba.

Catatan :
Bahwa korban dievakuasi dari pos 10 Gunung Lompobattang ke Parang Bintolo Lingkungan Lembang Bu’ne kelurahan Cikoro Kecamatan Tompobulu dalam keadaan sudah meninggal dunia.

11. Jenazah korban atas nama Salman Anwar langsung dibawa pihak keluarga ke Kajang kabupaten Bulukumba untuk dimakamkan dimana dijemput oleh keluarga korban sendiri atas nama BRIPKA Yusuf anggota Polsek Bajeng.

Menanggapi kematian Salman, sejumlah senior korban meminta polisi untuk mengusut kejadian ini. Pasalnya kematian korban seperti ada yang ditutup tutupi karena informasi yang simpan siur.

“Soal penyebab kematian korban karena terkena batu di atas gunung itu tidak masuk akal,” ujar Andi Rezky Adzan Subi.

Begini Kronologi Terkait Kematian Pendaki Mahasiswa UIN di Gunung Lompobattang
Saat jenazah tiba di rumah duka keluarga korban langsung histeris

Ia juga mengaku hingga sekarang masih mencari tahu atas kematian rekannya itu. Rezky meminta kepada anak Mapalasta agar jujur menyampaikan kejadian yang sebenarnya.

“Anehnya saya minta foto korban saat kejadian ataupun saat dievakuasi tidak satupun ada yang bisa mengirim. Kan aneh. Barusanpi saya dapat fotonya Salman itupun saat dievakusi. Saya minta saat proses diangkat ke ambulance tidak satupun memotret. Kami belum menerima dengan alasan meninggal karena terkena batu besar. Puluhan mendaki masa cuma satu yang kena,” kesalnya.

Makassar Terkini berhasil mendapatkan informasi yang bisa dipercaya kebenarnnya. Mapalasta ini sudah dibekukan pihak kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar sejak tahun 2010 lalu.

Sejak dibekukan, Mapalasta merekrut anggota baru dan bersekretatiar di luar kampus.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.