Begini Makna Hari Kartini Bagi Jurnalis Perempuan Indonesia

Sejumlah Jurnalis Perempuan dari berbagai media

Terkini.id,Makassar – Setiap tanggal 21 April Indonesia memperingati hari lahir Raden Adjeng (RA) Kartini. Peringatan hari Kartini tidak cukup hanya menjadi sebatas acara seremonial saja, tetapi bagaimana memaknai semangat perjuangan Kartini untuk diterapkan sebagai pemicu agar emansipasi dan kesetaraan gender bisa diterapkan dengan sebaik-baiknya, dan dijalankan dalam segala bidang baik politik, ekonomi, sosial maupun budaya.

Maka tidak salah bila sejumlah perempuan pun memiliki makna tersendiri terhadap hari Kartini. Seperti bagi sejumlah Jurnalis Perempuan di Indonesia berikut ini.

1. Nikmatus Sholikah (Reporter Program Fakta tvOne & Presiden KJB Indonesia)

Nikmatus Sholikah (Reporter Program Fakta tvOne & Presiden KJB Indonesia)

Hari Kartini adalah hari dimana semua wanita Indonesia harus bisa memaknainya dengan menghargai jasa-jasa tokoh wanita Indonesia yang membawa perubahan besar yaitu RA.Kartini. Salah satunya dengan menjadi wanita yang bisa menjadi pelopor perubahan yang baik untuk wanita lain di lingkungan sekitarnya.

2. Sunarti Sain (Pemimpin Umum Radar Selatan)

Sunarti Sain (Pemimpin Umum Radar Selatan)

Makna hari kartini bagi saya adalah menjadi lebih cerdas sebagai jurnalis. Mengkampanyekan lebih sering pentingnya perempuan menempati posisi-posisi strategis di berbagai bidang, termasuk di industri media.

3. Dita Faisal (Korlip dan Presenter tvOne)

Dita Faisal (Korlip dan Presenter tvOne)

Bagi Dita Faisal, Kartini membuat jurnalis membangkitkan rasa percaya diri para perempuan untuk bisa menjalankan profesi tanpa batasan gender dimana perempuan bisa menjadi Pemred, Produser, Juru Kamera, Editor, Pengarah Acara, hingga Teknisi Audio (audio man).

4. Sulfitri Bahar (Presenter NET SULSEL)

Sulfitri Bahar (Presenter NET SULSEL)

Hari Kartini bagi saya adalah moment kaum perempuan untuk meneladani tindakan ibu kita Kartini, yang telah memperjuangankan kesetaraan perempuan dan laki-laki. Tugas kita sebagai Kartini masa kini adalah melanjutkan perjuangan itu dengan menjadi Perempuan yang melakukan banyak kebaikan, mandiri, strong, dan berdedikasi. Namun juga tetap melaksanakan kodratnya sebagai Perempuan.

5. Fitriyani (Penyiar RRI/Ketua ALWARI Makassar)

Fitriyani (Penyiar RRI/Ketua ALWARI Makassar)

Bagi saya, hari Kartini adalah momentum untuk semakin memberikan semangat bagi kaum perempuan untuk terus berbuat untuk negeri tercinta ini.

6. Trifty Qurrota Aini (Founder Komunitas Jurnalis Berhijab Indonesia)

Trifty Qurrota Aini (Founder Komunitas Jurnalis Berhijab Indonesia)

Jurnalis wanita adalah Kartini masa kini yang berjasa sebagai pembuka wawasan bagi masyarakat tentang realita kehidupan sehingga membantu masyarakat untuk menentukan keputusan terbaik dalam hidupnya.

7. Mumtaza Tjatradiningrat (Koresponden CNN Indonesia TV)

Mumtaza Tjatradiningrat (Koresponden CNN Indonesia TV)

Bagi saya hari Kartini dapat menjadi pengingat bagi kita semua bahwa ada wanita yang turut berkontribusi dalam industri ini. Hargai dan hormati wanita dalam menjalankan profesinya. Jangan ada lagi wartawan wanita yang dilecehkan, baik secara fisik atau verbal, baik disengaja atau tidak. Salah satunya dengan menghentikan kebiasaan sharing lelucon sexist.

8. Hanidah Zaki (Reporter Trans7)

Hanidah Zaki (Reporter Trans7)

Menjadi jurnalis perempuan di era modern benar-benar menjadi pembuktian nyata perjuangan R.A.Kartini. Pekerjaan sebagai jurnalis yang katanya identik dengan tugas-tugas “berat” yang lazimnya di kerjakan kaum laki-laki kini sudah lumrah di kerjakan perempuan. Jadi sekarang bukan hal aneh melihat jurnalis perempuan bertugas di lapangan meliput berita. Terimakasih Kartini.

9. Echa Panrita Lopi (Editor TERKINI.ID/ makassar.terkini.id)

Echa Panrita Lopi (Editor TERKINI.ID/ makassar.terkini.id)

RA Kartini adalah figur pejuang. Dia berjuang bukan dengan cara perang, tapi berjuang agar para wanita Indonesia saat itu bisa belajar dan punya pendidikan. Tanpa perjuangannya wanita masa kini mungkin tidak bisa membaca, tidak bisa bekerja, dan mungkin tidak bisa menjadi jurnalis seperti saya saat ini. Sosoknya adalah simbol keberanian dan kemandirian perempuan Indonesia. Jadilah Kartini yang kuat, handal, cerdas, kreatif, mandiri, prestasi, penuh semangat dan berdedikasi.

10. Marini Sayuti/ TVMU

Marini Sayuti

Bagi saya, sebagai jurnalis, hari Kartini dapat dimaknai sebagai woman empowerment di dunia jurnalis. Karena ibu Kartini juga menuliskan kisahnya yang luar biasa hingga kita bisa meneladani kisah perjuangannya sampai sekarang, begitu pula jurnalis yang harus mampu menuliskan berita/ kisah yang kelak dapat dijadikan referensi sebagai tolak ukur kecerdasan dalam media industri.

Berita Terkait
Komentar
Terkini