Bentrok Antar-Massa Muslim dan Hindu di India, 25 Orang Tewas dan Masjid Dibakar

Bentrok Antar-Massa Muslim dan Hindu di India, 25 Orang Tewas dan Masjid Dibakar

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Bentrokan terjadi antara kelompok Muslim dan Hindu di wilayah timur laut New Delhi, India, terkait aksi protes Undang-undang Kewarganegaraan yang dianggap mendiskriminasi kelompok muslim.

Jumlah orang yang tewas dalam bentrokan yang terjadi antara kelompok Muslim dan Hindu negeri itu pun dilaporkan meningkat.

Setidaknya 25 orang dinyatakan tewas dan lebih dari 200 orang luka-luka.

Sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kamis 27 Februari 2020, kerusuhan tersebut dipicu aksi protes terhadap Undang-undang Kewarganegaraan yang dinilai kontroversial, yang telah disahkan sejak Minggu pekan lalu.

Bentrok Antar-Massa Muslim dan Hindu di India, 25 Orang Tewas dan Masjid Dibakar

Baca Juga

Undang-undang tersebut dinilai diskriminatif terhadap kaum Muslim.

Aksi tersebut berujung bentrok setelah kedua belah pihak saling serang dengan melempar batu dan berbagai benda serta merusak properti, termasuk masjid. Berbagai foto dan video yang beredar di media sosial menggambarkan situasi protes yang berlangsung selama empat hari tersebut.

Laporan BBC, Rabu (26/2/2020) menyebutkan bahwa kebanyakan kelompok Hindu nampak memukuli pria tak bersenjata, termasuk jurnalis, dengan tongkat dan batang besi.

Akses menuju daerah yang dihuni oleh mayoritas Muslim ini pun sangat dibatasi pada Selasa (25/2/2020), ketika sebagian besar aksi kekerasan terjadi.

Baik kelompok Muslim maupun Hindu masuk ke dalam daftar korban tewas dan terluka. Menanggapi hal ini, Perdana Menteri India Narendra Modi mengunggah cuitan pada Rabu, tiga hari setelah kekerasan pecah.

Dalam cuitannya, Modi menyerukan perdamaian. Ia mengatakan pihaknya akan meninjau situasi dan polisi akan berupaya menormalkan situasi.

Kekerasan dipicu oleh aksi yang telah berlangsung selama berminggu-minggu di New Delhi terhadap Undang-undang Kewarganegaraan tersebut diserang oleh kelompok nasionalis Hindu.

Kelompok Muslim menilai undang-undang tersebut cenderung diskriminatif terhadap mereka dan bertentangan dengan etos sekuler negara tersebut.

Masjid Dibakar dan Dipasangi Bendera Dewa Hanuman

Sementara itu, laporan dan video saksi di media sosial menunjukkan sebuah tempat ibadah Muslim dibakar dan sebuah masjid dirusak dan dibakar di lingkungan Ashok Nagar, dengan bendera dewa Hindu Hanuman dikibarkan di atapnya.

Jumlah korban yang terluka dalam bentrokan, baik Hindu dan Muslim, telah meningkat tajam, melebihi 250 orang. Pejabat rumah sakit mengatakan mereka merawat banyak korban karena luka tembak, sementara yang lain dipukuli dengan tongkat, menderita luka tikam atau terluka karena melompat dari ketinggian.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.