Terkini, Maros – Sebanyak 46 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terdampak pembatalan menyusul kondisi abu vulkanik yang berpotensi mengganggu operasional penerbangan.
Manajemen Bandara Internasional Sultan Hasanuddin terus memantau perkembangan kondisi abu vulkanik serta potensi dampaknya terhadap penerbangan.
Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi dengan maskapai dan InJourney Airports, termasuk dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).
Berdasarkan informasi Notice to Airmen (NOTAM) yang berlaku di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, operasional penerbangan di bandara tersebut mengalami penutupan sementara hingga 23.59 WIB atau 00.59 WITA pada 7 September 2026.
Kondisi tersebut berdampak terhadap sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang terhubung dengan rute Jakarta (CGK).
- Astra Honda Racing Team Puncaki Klasemen Tim ARRC 2026 Usai Seri Sepang
- Kredit Perbankan Tembus Rp9.135 Triliun, OJK Sebut Intermediasi Makin Solid
- Kemarau Panjang, PDAM Makassar Kerahkan 6 Pickup Distribusi Air Bersih
- Yudisium Semester Genap, 478 Mahasiswa Polbangtan Gowa Didorong Terus Tingkatkan Prestasi
- Bupati Jeneponto Tegaskan Coffee Morning Jadi Wadah Lahirkan Ide Baru untuk Kemajuan Jeneponto
46 Penerbangan Terdampak
Berdasarkan data hingga Minggu malam, terdapat 46 penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang terdampak pembatalan.
Rinciannya, sebanyak 20 penerbangan kedatangan (arrival) dan 26 penerbangan keberangkatan (departure). Penerbangan yang terdampak merupakan rute dari dan menuju Jakarta (CGK).
Sebagai langkah antisipasi, manajemen Bandara Sultan Hasanuddin terus mengikuti perkembangan jadwal penerbangan dari masing-masing maskapai.
Bandara juga menyiapkan kebutuhan pelayanan bagi penumpang yang terdampak apabila terjadi perubahan operasional penerbangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari contingency plan dan service recovery action, termasuk memastikan kesiapan pelayanan bagi penumpang yang terdampak perubahan operasional penerbangan.
Bandara Pastikan Kesiapan Pelayanan
Plt. Branch Communication & CSR Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Fascal Ramadhan, mengatakan pemantauan dan koordinasi terus dilakukan seiring perkembangan kondisi abu vulkanik dan dampaknya terhadap penerbangan.
“Bandara Sultan Hasanuddin terus mengikuti perkembangan informasi terkait kondisi abu vulkanik dan operasional penerbangan. Hingga saat ini pemantauan dan pembaruan data penerbangan yang terdampak di Bandara Sultan Hasanuddin, termasuk berkoordinasi dengan maskapai terkait perkembangan jadwal penerbangan,” ujar Fascal.
Menurut Fascal, kesiapan pelayanan menjadi bagian penting dalam langkah antisipasi yang dilakukan manajemen bandara.
“Kami telah menyiapkan Contingency Plan dan Service Recovery Action untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi. Bandara Sultan Hasanuddin memastikan personel dan fasilitas pelayanan siap mendukung penanganan penumpang yang terdampak, serta terus berkoordinasi dengan maskapai agar setiap perkembangan dapat ditindaklanjuti dengan cepat sesuai kondisi operasional,” jelasnya.
Manajemen Bandara Sultan Hasanuddin menyadari kondisi tersebut dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi calon penumpang. Karena itu, penumpang diimbau untuk memastikan status penerbangan kepada maskapai masing-masing secara berkala sebelum menuju bandara.
Untuk informasi kebandarudaraan, masyarakat dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
