Terkini.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengaku pusing dengan keberadaan vaksin gotong royong individu berbayar lewat revisi Permenkes.
Terlebih lagi dengan kehadiran vaksin berbayar yang kini ditunda itu menuai polemik hingga ramai dibincangkan masyarakat.
Hal itu diutarakan Menteri Kesehatan, saat berbicara di rapat dengan Komisi IX DPR, Selasa 13 Juli 2021 kemarin.
Secara spesifik, pernyataan dirinya pusing atas polemik vaksin gotong royong individu, disampaikan saat menjawab pertanyaan Wakil Ketua Komisi IX Nihayatul Wafiroh.
Nihayatul bertanya mengenai daya ungkit Vaksin Gotong Royong individu.
- Wacana Soal Vaksin Berbayar, Begini Kata Dinkes Makassar
- Vaksinasi Digalakkan, Dokter Ini Justru Jualan Vaksin Untung Hingga Rp90 Juta
- Breaking News: Sri Mulyani Bilang Tahun Depan Dimulai Vaksin Berbayar!
- Menkes Perihal Vaksin Berbayar: Murni Bisnis, Kami Tidak Terlibat Ya!
- Kritik Keras Vaksin Covid-19 Berbayar, Rocky Gerung: Pemerintah Merampok Rakyat!
“Vaksin gotong royong individu. Saya jadi lucu, pak namanya Vaksin Gotong Royong, individu gitu. Nah itu, kalau dilakukan kira-kira daya ungkitnya cuma berapa, pak? Apakah signifikan atau tidak? Ini kalau nggak signifikan ramainya sudah luar biasa, tapi ininya nggak jelas,” katanya pada Selasa 13 Juli 2021.
“Ramainya, saya yang pusing juga bu,” kata Budi menjawab Nihayatul.
Mengutip suaracom jaringan terkini.id, Menteri Budi menyampaikan, secara pribadi, sebenarnya lebih memilih melakukan pekerjaan melobi sejumlah negara untuk mendatangkan oksigen maupun obat-obatan yang memang susah untuk dibeli.
“Saya juga tadi bilang ke teman-teman kalau saya bisa meluangkan waktu saya nih melobi Amerika, China untuk mendatangkan mesin oksigen yang sangat dibutuhkan atau melobi Swiss untuk datangin obat Actemra yang memang mau beli itu susah sekali,” ujarnya.
“Saya sebenarnya lebih suka ke sana. Tapi kan ini sudah tanggung jawab saya, mesti jalankan, saya hadapi,”tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
