Berdalih Cegah Covid-19, FUI Medan Soal Pembubaran Jaran Kepang: Bukan karena Syirik

Terkini.id, Jakarta – Ketua Forum Umat Islam (FUI) Kota Medan, Nursarianto mengklarifikasi perihal adanya oknum pihaknya yang membubarkan pertunjukan Jaran Kepang di Kecamatan Medan Sunggal yang menjadi sorotan publik. 

Nursarianto mengatakan bahwa pihaknya yang membubarkan adalah Kepala Lingkungan (Kepling) setempat yang sekaligus menjabat Komandan FUI Medan.

Diketahui sebelumnya, dalam video yang vir, tampak oknum FUI Medan yang berseteru akibat membubarkan atraksi tersebut bahkan tampak meludahi seorang perempuan.

Baca Juga: Seorang Ibu-ibu Ludahi dan Pukul Petugas KRL: Biarin-Biarin Sabar-Sabar

“Keributan itu terjadi pada Jumat 2 April 2021 sekitar jam 5 sore. Tapi yang membubarkan pertunjukan itu adalah Kepala Lingkungan menjabat Komandan FUI Medan,” kata Nursarianto, dikutip dari CNN Indonesia, Kamis, 8 April 2021.

Nursarianto kemudian mengklarifikasi alasan di balik dibubarkan pertunjukan tersebut.

Baca Juga: Drivel Ojek Online Viral Setelah Antar Korban Laka Lantas ke...

“Alasan pembubaran bukan karena ada kesyirikan. Ini untuk mengalihkan pelanggaran kerumunan dan tidak ada izin,” kata Nursarianto.

Oknum kemudian bertanya kepada penyelenggara mengenai perizinan acara tersebut.

“Saat ditanya ke Kepling soal izin acara, Kepling mengatakan bahwa acara itu tidak ada izin. Akibatnya pemimpin Kuda Lumping tidak terima kepada pengundang karena merasa dibohongi,” lanjutnya.

Baca Juga: Drivel Ojek Online Viral Setelah Antar Korban Laka Lantas ke...

“Namun perempuan yang pakai baju hitam sebagai pengundang Jaran Kepang tidak terima acara itu dibubarkan oleh Kepling. Hingga dia berteriak teriak dan terjadi keributan warga yang tidak terima dengan Kepling tersebut,” kata Nursarianto.

Lebih lanjut, Nursianto mengatakan bahwa pihaknya hanya ingin membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19.

FUI Kota Medan meminta para pengundang kuda lumping ditangkap karena telah melakukan acara tanpa izin dan terjadi kerumunan menimbulkan pelanggaran Covid-19 dan menangkap pelaku pelaku pemukulan yang diperkirakan berjumlah 10 orang lebih,” kata Nursarianto.

“FUI Medan saat itu hanya menyuruh pulang penonton agar meninggalkan lokasi karena kerumunan, karena berada di lokasi itu kebetulan mengantar Kepling tersebut. Tapi pihak pengundang dan warga setempat tidak terima,” pungkasnya.

Bagikan