Terkini.id, Muara Teweh-Keluarga besar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali berduka. Kali ini datangnya dari Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan.
Telah berpulang ke Rahmatullah salah satu teman, saudara, sahabat, keluarga, putra terbaik lingkup Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan. Zain Al Fattah (27) lahir pada 23 Maret 1991.
Anggota Manggala Agni Daops Muara Teweh meninggal di Rumah Sakit Umum Muara Teweh setelah menjalani operasi penyempitan tenggorokan. Jumat, 10 Januari 2020.
Dari informasi Humas Balai PPIKHL Wilayah Kalimantan menjelaskan, Zain Al-Fattah masuk sebagai anggota Manggala Agni Daops Muara Teweh sejak tahun 2017.
Sementara menurut informasi rekan-rekan Alm. Zain Al Fattah, semasa hidup ia baktikan untuk Manggala Agni Daops KLHK di Muara Teweh, Almarhum juga ramah dan baik.
- Membangun Kekuatan, Membuka Jalan Kesejahteraan, Satgas TMMD ke-128 Bangun Talud, Jamin Infrastruktur Desa
- Membangun Dasar Pemerintahan Bersih, Kolaborasi Pemkab Jeneponto dan KPK Gagas Pencegahan Korupsi
- Perkuat Mitigasi Kebakaran, Pertamina Patra Niaga Sulawesi Latih Masyarakat Gunakan APAR
- Kepala Bapenda Makassar Dampingi Wali Kota Terima Penghargaan Nasional di Hari Otda 2026
- Satu-satunya dari Luar Jawa, Makassar Raih Predikat Kinerja Tertinggi di Hari Otda 2026
Humas Balai PPIKHL Kalimantan kembali menginformasikan melalui saluran WhatsApp, Zain mengalami kecelakaan lalu-lintas setelah melaksanakan patroli terpadu pencegahan karhutla, Sabtu 27 Juli 2019.
“Sewaktu meninjau lokasi karhutla di Palangkaraya, Menteri LHK, Siti Nurbaya menyempatkan menjenguk anggota Manggala Agni yang mengalami kecelakaan saat melaksanakan tugas, Zain Alfatah, anggota Manggala Agni Daerah Operasi (Daops) Muara Teweh, Kalimantan,” imbuh Humas Balai PPIKHL.
Kemudian dilakukan rangakaian tindakan medis hingga dilakukan amputasi kaki kiri pada tanggal 31 Juli 2019. Keluar dari Rumah Sakit, tanggal 9 September 2019 namun tetap melakoni rawat jalan.
Zain kembali dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Muara Teweh pada 11 November 2019 dengan indikasi sesak nafas dan batuk. Tak lama berselang, keluar Rumah Sakit, dari hasil rekam medis penyakit yang dialami Almarhum Zain Al Fattah tidak ada hubungannya dengan kecelakaan.
“Selama perawatan semua pembiayaan dicover oleh BPJS Kesehatan, sedangkan kecelakaan ditanggung BPJS Ketenagakerjaan,” singkat bagian Humas Balai PPIKHL Kalimantan.
Dilakukan operasi pada 10 Januari 2020
setelah mendapat perawatan, Zain Al Fattah menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit
“Akan tetapi almarhum meninggal karena gangguan pernafasan. Penyakit ini baru muncul setelah kesehatan almarhum membaik pasca kecelakaan, dan dari hasil pemeriksaan dokter mengatakan kejadian ini tidak ada hubungannya dengan kecelakaan,” terang Humas Balai PPIKHL Kalimantan.
Humas Balai PPIKHL Kalimantan menyebutkan, hingga berita ini tayang Kepala Balai dan beberapa staf serta Anggota Manggala Agni sedang takziah ke rumah duka.
Semoga amal ibadah Zain Al Fattah diterima dan ditempatkan di sisi Allah SWT yang indah dan keluarga yang ditinggalkan tabah dan sabar, Aamiin
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
