“Melihat dari peningkatan hasil produksi pertanian, khususnya sayuran, maka jal yang waajar jikalau pemerintah Desa Jenetallasa memprioritaskan program peningkatan jalan untuk lebih memudahkan masyarakat dalam mempercepat peningu perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Lebih lanjut Basir Suaming mengungkapkan, dari hasil pertanian, masyarakat Desa Jenetallasa setiap tahunnya mengisi kouta jamaah haji Kabupaten Jeneponto.
“Dari hasil pertanian itu, sekitar 10 hingga 20 orang berangkat haji melalui jamaah haji plus, karena pemasaran hasil produksi pertanian di Desa Jenetallasa itu sasarannya selain di Makassar jiga di luar Provinsi Sulawesi Selatan, yakni Kalimantan, Kendari, Kupang dan Morowali,” terangnya.

Bukan hanya sayuran, Desa Jenetallasa juga merupakan Desa penghasil kopi di Kabupaten Jeneponto hingga memiliki wisata kampoeng kopi Rumbia.
Di wisata Kampoeng Kopi Rumbia, selain dapat melihat tanaman kopi secara langsung dan proses pengolahan kopinya hingga siap saji, juga dapat menikmati panorama alam yang menawarkan kesejukan hawa pegunungan.
- Yayasan AHM Berikan Penghargaan kepada Tiga Bengkel Binaan Berprestasi
- New Honda BeAT Tampil Lebih Ekspresif dengan Warna dan Striping Baru
- Hyundai Urip Sumoharjo Hadirkan Promo Menarik New CRETA hingga Akhir Juni, Cashback dan Bunga 0 Persen
- PSMTI Sulsel Apresiasi Cathlyn Yvaine Lesmana dan Seluruh Calon Paskibraka Terpilih 2026
- Ratulangi Medical Center Hadirkan Layanan Homecare dan Telemedicine di Makassar
Selain itu, Desa Jenetallasa juga memiliki obyek wisata exotic Paccumikang merupakan obyek wisata untuk menenangkan diri, baik bersama kekasih dan keluarga.
Wisata ini dikelolah oleh kepala Desa Jenetallassa bernama Basir Suaming dan Pewala Pengurus Wisata Alam Paccumikang. Wisata tersebut diberi nama Wisata Paccumikang.
Meski wisata ini masih tergolong baru, namun obyek dan wahana yang disediakan sangat menarik, sehingga pada hari libur ramai dikunjungi wisatawan, baik wisnu maupun nusantara.
Wahana yang dimiliki wisata paccumikang beraneka ragam diantaranya, Flaying fox, Titian tali, Frusiking, Archery combat, dan Panahan.

Pengelolah Wisata Paccumikang, Basir Suaming menyebut dari sekian banyak wahana yang disediakan, para pengunjung wisata dominan menikmati wahana Flaying Fox dan Panahan,“Flaying Fox dan Panahan banyak diminati pengunjung yang datang,”kata Basir Suaming.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
