Berkat MaKaPro, PDAM Makassar Berhasil Turunkan Tingkat Kehilangan Air

Berkat MaKaPro, PDAM Makassar Berhasil Turunkan Tingkat Kehilangan Air

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar lewat Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar menjalin kerja sama teknis dengan Pemerintah Kota Kawasaki Jepang atau Makassar Kawasaki Project (MaKaPro) guna mengupayakan penurunan tingkat kehilangan air.

Lewat kerja sama tersebut, PDAM Makassar berhasil menurunkan tingkat kehilangan air hingga 46 persen.

Direktur Utama (Dirut) PDAM Makassar Beni Iskandar mengatakan, kerja sama MaKaPro ini berlangsung sejak November 2022 hingga Oktober 2025 mendatang.

Target dari proyek kerja sama tersebut, kata Beni, yakni peningkatan kemampuan dalam penanganan kebocoran di bawah tanah menuju penggunaan sumber daya air yang efektif dan tentunya ini akan berdampak pada tingkat kehilangan air yang akan turun.

“Pilot project adalah wilayah pelayanan III dengan target 10 persen penurunan NRW dan sejak April 2023 di angka 56 persen sampai Juli 2024 turun ke angka 48 persen atau sekitar 9,53 persen,” ujar Beni Iskandar.

Baca Juga

Melalui kerja sama tersebut, Perumda Air Minum Kota Makassar mendapatkan hibah berupa peralatan yang mendukung penurunan tingkat kehilangan air.

Selain peralatan, tim PDAM Makassar juga mendapatkan pembekalan dari tim ahli yang ditugaskan dari Kota Kawasaki untuk mendalami ilmu yang terkait dalam hal penurunan tingkat kehilangan air.

Setelah berbagai kajian dan pertukaran kunjungan tim baik dari tim PDAM Kota Makassar yang berkunjung ke Jepang ataupun tim ahli dari Jepang yang berkunjung ke Perumda Air Minum Kota Makassar, kedua pihak kemudian menggelar pelatihan pertama dengan melibatkan peserta dari Perumda Air Minum se-Mamninasata (Makassar, Maros, Takalar, Gowa) masing-masing 15 orang pada Selasa, 21 Januari 2025.

Sementara itu, Project Manager MaKaPro, Misu Yukihiko menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat telah menyambut tim dari Kawasaki serta seluruh pihak yang telah membantu untuk kelancaran seluruh rangkaian kegiatan dalam periode kerja sama yang berlangsung.

Misu mengatakan, masalah NRW bukan hanya karena pemanfaatan air baku dan energi yang tidak efektif, tetapi juga penurunan tekanan air serta degradasi kualitas air sehingga menjadi penyebab menurunnya pelayanan, sehingga menjadi isu yang serius.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.