Besok, MTGF 2019 Resmi Dibuka, Nantikan Nuansa Generasi 90an

Besok, MTGF 2019 Resmi Dibuka, Nantikan Nuansa Generasi 90an

Terkini.id,Makassar – Makassar Traditional Games Festival adalah kegiatan rutin yang diadakan oleh komunitas Jalan-Jalan Seru Makassar yang digagas pertama kali oleh Rere Alfarezi selaku founder Jalan-Jalan Seru pada tahun 2012.

Tahun 2019 ini MTGF bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Makassar hadir dengan penyajian yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yaitu pembawaan sajian dalam bentuk Orkes Turiolo (ansambel).

Memasuki tahun kedelapan pelaksanaan MTGF ini merupakan bentuk dedikasi dan penghargaan untuk seluruh masyarakat Sulawesi Selatan. Disetiap tahun pelaksanaannya, diharapkan kegiatan ini bisa menjadi sarana berkumpul bersama sembari bernostalgia tentang keseruan masa kecil.

Ketua Panitia Makassar Tradisional Games Festival 2019, Hermansyah mengatakan Makassar Traditional Games Festival akan dilaksanakan pada hari Sabtu-Minggu, 26 hingga 27 Oktober 2019 mendatang di Benteng Fort Rotterdam.

“Event ini juga untuk menyambut hari Sumpah Pemuda. Momen menyongsong hari Sumpah Pemuda dipilih untuk menyatakan tekat akan terus menjaga serta melestarikan budaya warisan nenek moyang,” ujarnya.

Ditambahkan Hermansyah, hal ini selaras dengan tema yang diusung tahun ini yaitu “Bermain, Wisata, Budaya”. Adapun jenis permainan yang ditawarkan terbagi dua kategori yaitu dewasa dan anak-anak.

Jenis permaianan dewasa diantaranya ialah Maccukke/Accangke, Beklan/Bekkel, Mangoli’/Kelereng, Mabbenteng/Bom, Lambasena dan Lompat Karet dan masih banyak lagi, sedangkan jenis permainan untuk anak-anak diantaranya ialah: Mang’ Asing/Asing-Asing, Ma’Boy/A’Gebo’/Padende, Bulang-Bulang/Patte-Patte, dan lainnya.

Total jenis permaian kurang lebih 14 permaianan dari jenis permainan yang menggunakan alat maupun tidak. Dari tiap-tiap permainan yang ditawarkan, ada yang cara mainnya individu/perorangan dan ada yang berkelompok/tim.

“Hal ini bertujuan untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan diri sendiri untuk bertahan dalam setiap situasi bahkan yang tersulit sekalipun serta kemampuan untuk bersoasialisasi dengan orang baru.

Permainan tersebut dipilih kata Herman karena mewakili permainan-permainan rakyat yang ada di Sulawesi-Selatan dan juga ada beberapa jenis permainan yang tidak pernah lagi dimainkan bahkan mulai ditinggalkan.

“Yang menarik dari kegiatan ini adalah setiap orang yang datang tidak dibatasi untuk memainkan permainan-permainan tradisional lainnya serta pengunjung diajak untuk berdandan dan berpakaian unik/lucu dengan tema tradisional, masa kecil atau sumpah pemuda,” sambungnya.

Selain permainan tradisional, lanjut Herman, ada juga Pasar Rakyat dengan tenan-tenan yang menjual makanan dan minuman tradisional sehingga even ini benar-benar menampilkan kegiatan reunian kaum yang kini beranjak dewasa atau generasi kaum 90’s yang merindukan masa kecilnya penuh dengan makanan-makanan tradisional.

“Pengunjung dapat menikmati permainan secara gratis mulai pukul 13.00 – 18.00 Wita dilanjutkan dengan malam pentas pukul 20.00-21.30 Wita,” urainya.

Adapun bintang tamu yang hadir dalam kegiatan ini adalah Anggi Rising Star, Jasmine Risach the Voice Indonesia, Nur Alfarizi (Daeng Aris) dan masih banyak lagi.

“Semoga makin banyak orang yang memainkan dan melestarikan permainan tradisional ini. Ayo sukseskan dan ramaikan Makassar Traditional Games Festival 2019,” ajak Herman.

Komentar

Rekomendasi

Mengenal Hengki, Seniman Grafiti di Makassar yang Karyanya Tak Meragukan

Taman Wisata Puncak Bila Tutup Sementara, Ini Alasannya

Jiwa Toast: Kopi di Tangan Kananmu Roti di Tangan Kirimu

Wabah Covid-19, Sektor Pariwisata Kota Makassar Anjlok

Nikmati Panorama Alam Samarinda di 5 Destinasi Berikut Ini!

FEMME dan CBFW 2020 Ditunda karena Korona, Pecinta Mode dan Peserta Kagumi Keputusan Penyelenggara

Yuk Berburu Foto Cantik di 5 Destinasi Instagrammable Semarang Ini

5 Kelebihan Airy Syariah ini Cocok untuk Wisata Halal di Padang

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar