Terkini, Makassar – Bank Indonesia Sulawesi Selatan kembali menggelar event pertemuan dan jajak bisnis antar para buyer dan investor luar negeri dengan pelaku usaha di Sulsel, lewat event Anging Mammiri Business Fair (AMBF) × South Sulawesi Investment Forum (SSIF) 2024 di Makassar.
Dalam event yang banyak diisi pengenalan produk usaha dan potensi investasi Sulsel itu, ada sebanyak 30 buyer dari berbagai negara yang ‘deal’ melakukan penandatanganan kerja sama pembelian produk-produk Sulsel dan Investment opportunity yang nilai totalnya sekitar Rp9,5 triliun.
“Mereka para buyer ini dari berbagai negara, seperti Jepang, Malaysia, Amerika hingga India,” jelas Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizky Ernadi Wimanda saat pembukaan AMBF X SSIF yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Rabu 20 November 2024.
Buyer tersebut umumnya membeli produk produk terkait bahan baku makanan, seperti rumput laut, kelapa, hingga produk produk UMKM.
Bank Indonesia Sulsel menghadirkan sejumlah eksibitor yang mengisi tenant-tenant dan mempresentasikan produknya kepada para buyer yang hadir.
- Hardiknas 2026, Pemkot Perkuat Komitmen Pendidikan dan Tekan Angka Anak Tidak Sekolah di Makassar
- TMMD ke-128, RTLH di Arungkeke Capai 55 Persen, Rumah Tak Layak Berubah Jadi Hunian Layak
- Dirut Pelindo Dorong Layanan Pelabuhan Lebih Aman dan Efisien di Makassar
- Jejak Perjalanan ESG PT Vale 2026: Menavigasi Tantangan, Memberi Dampak Besar
- Hari Jadi ke-163 Jeneponto, Gubernur Bawa Dukungan Rp10 Miliar, Komitmen Kemajuan Daerah
Rizky melanjutkan, kegiatan ini digelar selama dua hari ini adalah upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan khususnya di Sulsel, dan membantu target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dengan event ini, kita menarik kesepakatan untuk perdagangan dan investasi khususnya investasi untuk industri. Tadi totalnya ada 13 MoU dengan buyer terkait kesepakatan ekspor, dan kesepakatan terkait investment opportunity yang total semua sekitar Rp9,5 triliun,” jelas Rizky saat konferensi pers didampingi Aswin Gantina – Kepala Divisi Implementasi KEKDA BI Sulsel, Wahyu Purnama A.-Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Asrul Sani-Kepala DPMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan dan Sakti Arif Wicaksono-Ekonom Ahli Kelompok Perumusan KEKDA Provinsi.
Event tersebut diresmikan Pj Gubernur Sulawesi Selatan, Prof Zudan Arif Fakhrulloh.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
