Terkini, Makassar – Ban adalah komponen utama pada kendaraan apapun itu yang melakukan kontak langsung dengan permukaan jalan atau medan.
Dengan begitu, tak heran jika ban menjadi komponen terpenting yang harus diperhatikan oleh setiap pengendara sebelum menggunakannya. Dikarenakan ketika bagian ban bermasalah, maka keselamatan pengguna bisa terancam.
Dan kejadian yang paling sering diabaikan yakni masalah tekanan angin ban, dimana kebanyakan dari pengendara memilih membiarkannya kurang dari tekanan yang seharusnya, lantaran lebih enak ketika melewati jalanan yang tidak rata.
Anggapan semacam ini nyatanya malah salah, dimana ketika pengendara mengalami kekurangan tekanan ban, bisa menjadikan kendaraan oleng ketika melewati jalan yang tidak rata sebelah.
Namun kalau melewati batas normal, alias memiliki tekanan ban yang berlebih malah bisa merusak ban motor, seperti terdapat benjolan pada ban hingga pecah.
- Kebersamaan di Dusun Bonto Te'ne: Satgas TMMD ke-128 Bangun Harapan Baru Keluarga Daeng Tompo
- Setiba dari Jakarta, Bupati Sidrap Langsung Tinjau Banjir Amparita
- Berdiri 20 Tahun di Lahan Fasum, 16 Lapak di Panakkukang Ditertibkan
- Sambut Iduladha, Palapa Sablon Tawarkan Kaos Panitia Qurban Custom
- Kenali Bagian Penting Honda Rebel 1100 agar Tetap Prima di Jalan
Dan pengisian tekanan angin ban motor ini tidak harus dilakukan setiap hari, sebab kalau memang kondisi ban dan velg dalam keadaan baik, maka pengurangan tekanan anginnya akan sangat lambat.
Jika demikian, waktu pemeriksaan tekanan ban paling ideal sekitar 2 bulan sekali. Akan tetapi kalau masih belum genap 2 bulan namun merasa kendali stir motor tidak nyaman, padahal kondisi jalan dan tekanan angin dari luar juga tidak terlalu besar, segera periksa tekanan angin ban motor Anda. Bisa jadi itu salah satu penyebabnya.
Mengutip dari laman resmi Astra Motor, disebutkan untuk tekanan angin ban motor ini sendiri tidaklah sembarangan, ada ukurannya masing-masing dan ini tergantung pada kendaraan yang digunakan serta tingkat kebutuhan dari pengendara.
“Kalau motor tersebut digunakan untuk berboncengan, maka tekanan yang diberikan harus lebih besar. Namun kalau lebih sering digunakan untuk berkendara sendirian, sedikit lebih rendah agar makin nyaman dan gesit pastinya. Kemudian, untuk motor biasa dengan motor sport juga tidak sama, karena memang ukuran kendaraan yang sudah berbeda jauh,”demikan uraian dalam laman tersebut.
Ukuran Tekanan Angin Ideal Ban Motor
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
