Ada 2 jenis ban yang terpasang di motor, yakni ban depan dan belakang, masing-masing juga memiliki ukuran tekanan angin yang berbeda.
Pada umumnya, ukuran ban belakang lebih besar dikarenakan sebagai penggerak motor untuk percepatan, dan ketika ada muatan selalu bertumpu pada roda belakang.
Sedangkan untuk roda depan cenderung ke pengendali sehingga tidak perlu ukuran ban dan tekanan angin yang besar agar stir bisa lebih mudah alias ringan untuk dikendalikan.
Untuk tekanan ban motor matic yang tidak memiliki beban terlalu berat, tekanan angin ban motor 28 – 30 psi saja sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan ban depan.
Dimana untuk tekanan 28 psi lebih ditujukan untuk pengendara yang sering bepergian sendirian, sedangkan kalau dibuat berboncengan atau membawa beban berat, maka sangat disarankan untuk memberikan tekanan 30 psi saja supaya lebih nyaman.
- Terkait Penumpang Dugaan Narkotika, Bandara Hasanuddin Beri Penjelasan Resmi
- Kebersamaan di Dusun Bonto Te'ne: Satgas TMMD ke-128 Bangun Harapan Baru Keluarga Daeng Tompo
- Setiba dari Jakarta, Bupati Sidrap Langsung Tinjau Banjir Amparita
- Berdiri 20 Tahun di Lahan Fasum, 16 Lapak di Panakkukang Ditertibkan
- Sambut Iduladha, Palapa Sablon Tawarkan Kaos Panitia Qurban Custom
Sedangkan untuk tekanan angin ban belakang ketika berkendara sendirian itu 31 psi saja sudah cukup, namun kalau untuk pembawaan berat atau berboncengan, lebih disarankan 33 psi saja.
Ini bertujuan agar permukaan ban tidak terlalu banyak menempel pada permukaan aspal yang menyebabkan tarikan semakin berat.
Kemudian untuk motor bebek sedikit berbeda lantaran beratnya yang sedikit lebih besar ketimbang Matic.
Tekanan angin ban yang direkomendasikan untuk roda depan yakni 29 – 30 psi, sedangkan untuk roda belakang lebih disarankan untuk mengatur pada tekanan 31 – 33 psi, dengan ketentuan yang sama seperti motor matic tadi.
Dan tekanan angin ban untuk motor sport lebih besar lagi, dimana ini menyesuaikan dengan ukurannya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
