Bisnis Indonesia Forum Kupas Potensi Ekspor Sulsel untuk Mengakselarasi Ekonomi

Bisnis Indonesia Forum Kupas Potensi Ekspor Sulsel untuk Mengakselarasi Ekonomi

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini, Makassar – Meskipun menghadapi ketidakpastian ekonomi global, Sulawesi Selatan tetap punya peluang besar untuk mengakselarasi pertumbuhan dari sisi komoditas ekspor produk unggulan.

Peluang meningkatkan pasar ekspor Sulsel tersebut, diulas dalam Bisnis Indonesia Forum Regional Sulawesi Selatan yang menangkat tema ‘Menavigasi Ekonomi Sulsel; Bertumbuh dalam Tekanan, Bertransformasi dalam Tantangan’, yang digelar di Hyatt Place Makassar, Kamis 14 Agustus 2025.

Plt Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulsel, Munarti, memaparkan beberapa potensi yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Sulsel dari sisi ekspor.

“Pada triwulan II 2025, beberapa faktor pertumbuhan perekonomian seperti produksi nikel matte yang meningkat 12 persen secara year-on-year, realisasi investasi naik 58 persen menjadi Rp5,7 triliun,” ungkap Munarti saat menjadi pembicara.

Dia mengungkapkan salah satu peluang meningkatkan ekspor Sulawesi Selatan adalah rencana hadirnya penerbangan super hub direct flight khusus kargo dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.

Baca Juga

“Rencana Bulan Oktober, Injourney Pesawat Kargo akan beroperasi dengan direct call, langsung terbang ke Kuala Lumpur dan Singapura. Selama ini kan, barang-barang ekspor direct call banyak dikirim pakai pesawat penumpang,” ungkap dia.

Selain itu, menurut dia, salah satu potensi yang bisa mendorong pertumbuhan ekspor pada triwulan selanjutnya, adalah komoditas kakao dari hasil-hasil pohon-pohon baru (peremajaan).

“Selain rumput laut, kakao ini kita lihat akan mulai bagus. Sebelumnya kan banyak pohon kakao kita yang sudah tua. Nah sekarang pohon-pohon baru hasil peremajaan baru itu sudha mulai berbuah,” ungkapnya.

Adapun Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Ahmad Akil, menyambut baik Talkshow yang digelar Bisnis Indonesia itu. Dia mengharapkan hadirnya rumusan yang bisa jadi masukan ke pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan-kebijakan ekonoim lebih baik.

Diskusi tersebut turut dihadiri Kepala Bisnis Indonesia Regional Makassar Amri Nur Rahmat selaku moderator, Ekonom Universitas Hasanuddin Nur Bau Massepe, Asisten Direktur Senior Pengawasan PPUJK-OJK Sulsel dan Sulselbar Indra Natsir Dahlan serta Redaktur pelaksana Harian Fajar, Ridwan Marzuki.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.