Pengusaha Sulsel Sikapi Positif Kebijakan PPKM Level 3 Akhir Tahun
Komentar

Pengusaha Sulsel Sikapi Positif Kebijakan PPKM Level 3 Akhir Tahun

Komentar

Terkini.id, Makassar – Meskipun bakal mengganggu sektor usaha, namun sejumlah  pengusaha di Sulawesi Selatan tetap melihat sisi positif kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga mengungkapkan tingkat keterisian hotel di akhir tahun akan jauh dari harapan.

“Dengan kebijakan level 3 yang berlaku 24 Desember sampai 2 Januari 2022, hunian hotel pasti drop. Paling happy kalau okupansi bisa dapat 50 persen,” ungkap Anggiat Sinaga kepada terkini.id, Sabtu 4 Desember 2021.

Namun, pelaku hotel di Makassar tetap menyikapi positif kebijakan tersebut, sebagai solusi untuk menyelesaikan Pandemi covid-19 dan memulihkan ekonomi dengan baik.

“Apalagi sekarang dengan munculnya gelombang baru varian Omicron di Singapura dan Malaysia,” terang CEO Phinisi Hospitality itu.

Ekspor Sulsel Tetap Stabil

DPRD Kota Makassar 2023
Baca Juga

Ketua Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Sulselbar, Arief Pabettingi menjelaskan volume dan nilai ekspor Sulsel di akhir tahun ini banyak dipengaruhi oleh ongkos transportasi yang naik.

“Khususnya ongkos sewa kontainer untuk ekspor. Biayanya naik, sampai 150 persen. Ini banyak dipengaruhi oleh gelombang covid-19 yang meningkat di berbagai negara,” ungkap Arief Pabettingi.

Meski begitu, ekspor Sulawesi Selatan tetap stabil karena komoditas daerah ini mendapat permintaan yang tetap tinggi.

“Tarif kontainer yang tinggi ini cenderung mengganggu produk produk UMKM yang mau diekspor. Namun, Sulsel ini kan mengandalkan Komoditas pertanian, rempah hingga tambang. Permintaanya di luar tetap stabil,” ungkap dia.

Dia ikut menyambut kebijakan PPKM Level 4 pemerintah sebagai upaya memulihkan ekonomi, dan optimis ekspor Sulsel akan meningkat secara signifikan tahun 2022 mendatang.