BKS PII Gelar Wawancara Insinyur Profesional, Ir Habibie: Kita Sudah Menuju Era Digitalisasi Keinsinyuran

Terkini.id, Jakarta – Badan Kejuruan Sipil Persatuan Insinyur Indonesia (BKS PII) kembali menggelar Wawancara Teknis via Daring yang kali ini dihadiri 12 calon Insinyur Profesional Madya dari berbagai sektor.

Seperti biasa, Majelis Uji Kompetensi (MUK) terdiri dari Ir. Andi Taufan Marimba, IPU, Ir. Andilo Harahap, IPM dan Ir. Habibie Razak, ACPE., IPU memberikan kesempatan kepada setiap calon IPM untuk memaparkan pengalaman proyeknya masing-masing.

Penilaian lulus atau tidaknya calon IPM dilihat dari paparan proyek yang pernah dikerjakan dengan melihat tugas dan tanggung jawabnya di proyek serta putusan-putusan keinsinyuran yang pernah diambil dari proyek yang dikerjakan.

Kompleksitas, resiko dan nilai proyek juga menjadi kriteria penilaian penting menentukan kelulusan calon Insinyur Profesional Madya.

Mungkin Anda menyukai ini:

Hal itu disampaikan Majelis Uji Kompetensi (MUK), Ir. Habibie Razak, di hadapan peserta calon Insinyur Profesional Madya.

Baca Juga: Bahas Infrastruktur Sipil Terkait Fenomena Alam, BKS PII Gelar Webinar

“Sebutlah salah satu kandidat yang diwawancarai di sesi kali ini adalah principal civil engineer yang pernah bekerja di berbagai perusahaan ternama dan pernah bekerja di beberapa negara yang juga dalam waktu luangnya mendevelop suatu program struktur untuk mengakselerasi pekerjaan perancangan desain-desain struktur yang biasanya untuk proyek high-rise building dengan common software bisa dikerjakan selama 3-4 bulan, namun dengan program struktur yang dia develop sendiri bisa diselesaikan hanya dalam waktu 6-8 minggu saja,” ujar Ir. Habibie, Jumat 18 Desember 2020.

“Ini menjadi pesan bahwa kita sudah menuju era digitalisasi keinsinyuran yang dikenal dengan digitalized engineering and construction dengan memaksimalkan penggunaan Big Data, Internet of Things (IoT), Sensor-based Technology, Geographic information Systems (GIS), Building Information Modelling (BIM), Augmented Reality (AR) and Mobile Technology. Kita sebagai Insinyur Sipil juga mesti memiliki generic digital skills,” terangnya.

Adapun Required Key Competencies of Graduated Civil Engineer in Digitalized Construction Era, kata Ir. Habibie, antara lain Capability in reviewing models: graduates need to understand how to use software that allows engineers to review models, run clash detection and make changes to designs.

Baca Juga: Bahas Soal Energi, Ir Habibie Razak Didaulat Pembicara FGD DPR...

“Selain itu, Programming: graduates need to have the ability to use software that allows engineers to program various functions and conduct planning for tracking progress. Document management: graduates should be able to use software that allows engineers to manage documentation, review and annotate documents such as PDFs and manage the flow of information,” ujarnya.

“Berikutnya, Keep on updated on new and emerging technologies; Knowledgeable and confidence in advanced engineering software; and Having Skill level with a number of generic digital skills,” pungkasnya.

Bagikan